Kekerasan Oknum Polisi Meningkat di Sumatera Utara

Tuesday, May 23, 2006
By susuwongi

detikcom (Jakarta)

Frekuensi tindakan kekerasan oknum aparat kepolisian terhadap masyarakat di Sumatera Utara meningkat.
Pada bulan Januari-April 2005 tercatat 17 kasus kekerasan kepolisian, sedangkan Januari-April 2006 naik menjadi 26 kasus kekerasan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Oslan Purba dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Senin (22/5/2006).

“Data ini semakin mempertegas bahwa reformasi yang di canangkan di tubuh polri gagal. Kontras Sumatera Utara melihat bahwa stagnasi reformasi di tubuh kepolisian tersebut merupakan cermin dari stagnasi reformasi secara keseluruhan,” ujar Oslan.

Kasus Tandukan Raga, Gebang Berdarah, Nomensen, Siborong-borong, Tembung, Labuhan Deli dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya merupakan catatan buram wajah kepolisian di Sumatera Utara.

“Rentetan fakta-fakta kekerasan dan pelanggaran HAM yang di lakukan oleh aparat kepolisian adalah bukti bahwa keinginan polisi untuk mereformasi diri telah gagal,” keluhnya.

Perilaku aparat kepolisian khusunya di Sumatera Utara tidak memperlihatkan banyak perubahan. Polisi tidak dapat menjadi institusi hukum yang bertugas untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Yang terjadi justru sebaliknya status sebagai pelayan dan pelindung tersebut berubah menjadi begitu menakutkan bagi rakyat kebanyakan.

“Polisi akhirnya menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Berhadapan dengan polisi akan di identikan dengan keluarnya berbagai bentuk pungutan, dan kadang-kadang berujung pada kehilangan nyawa,” ujarnya.

Menurut Oslan, penembakan di Hotel Pardede, penembakan di Tembung, penganiaayaan guru SMU 5 dan lain sebagainya merupakan bukti bahwa hadirnya polisi bukan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Tetapi malah sebaliknya, masyarakat dihantui rasa ketakutan dengan hadirnya polisi,” katanya.

Oslan pun mendesak Polri harus segera memperbaiki kinerjanya agar lebih profesional untuk menghindari terjadinya anarkisme masyarakat karena tidak percaya lagi oleh masyarakat. (ddn)

Sumber: detiknews.com, 22 Mei 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2006
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031