Medan (SIB)

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nias khususnya Satker Pemeliharaan, Rehabilitasi, Peningkatan dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi Nias, diminta meninjau kembali lelang paket pembangunan Bandara Lasondre di Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias, karena dinilai telah terjadi penyimpangan dalam proses pelelangannya.

Permintaan itu disampaikan Direktur CV Asean Utama, Werlim salah satu rekanan yang ikut dalam pelelangan proyek tersebut dalam surat sanggahannya yang ditujukan kepada Kepala satket BRR pemeliharaan, Rehabilitasi, Peningkatan dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Transportasi Nias di Gunungsitoli tertanggal 18 Mei 2006,yang diterima SIB, Jumat (19/5).

Menurut Werlim dalam surat tersebut, penawaran yang diajukan perusahaannya dalam pelelangan tersebut Rp 2.782.655.000 sedangkan pemenang lelang PT Karya Utama Sakti mengajukan penawaran Rp 3.290.104.000 lebih tinggi sekitar Rp 500 juta lebih.Namun justru perusahaan yang menawar lebih tinggi justru dimenangkan sehingga patut dipertanyakan faktor-faktor yang membuat panitia lelang tidak mencalonkan CV Asean Utama sebagai calon pemenang.

Pihak CV Asean Utama juga mempertanyakan kebenaran pengumuman lelang yang diterbitkan tanggal 17 Mei 2005 sementara pelaksanaan pelelangan tahun 2006, sehingga pengumuman tersebut dinilai tidak sesuai dengan hasil yang dilelangkan tahun 2006 atau sebelum pelelangan dimulai, pemenang lelang telah ditentukan lebih dahulu oleh panitia.

Ditambahkan Werlim, kejanggalan juga terjadi dalam proses pelelangan perpanjangan Bandara Binaka, dimana perusahaan yang menawar lebih rendah juga dikalahkan dan yang dimenangkan perusahaan yang lebih tinggi penawarannya.Sehubungan dengan hal tersebut CV Asean Utama melalui suratnya tersebut mengharapkan BRR Nias dapat meninjau pelaksanaan pelelangan kedua proyek bernilai milyaran rupiah tersebut. (B1/p)

Sumber: hariansib online, 22 Mei 2006.

Facebook Comments