Polda Sumut Diharapkan Usut Wartawan “ Berita Sore” Eliyuddin

Wednesday, May 17, 2006
By susuwongi

Medan, (Berita): Ketua PWI Cabang Sumatera Utara H.A. Muchyan AA mengharapkan Polda Sumut terus mengusut tuntas kasus kematian Eliyuddin Telambanua, wartawan Harian Berita Sore Medan yang tewas di Kabupaten Nias Selatan (Nisel).
Kasus kematian insan pers yang sudah cukup lama itu hingga kini belum terungkap siapa pelaku pembunuhannya, katanya pada acara pertemuan para Pemimpin Redaksi Surat Kabar di Medan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Bambang Hendarso Danuri, di Medan, Senin [15/05]
Kematian Eliyuddin Telambanua yang diduga oleh tindak kejahatan terungkap pada 29 Agustu 2005 lalu dan hingga kini aparat Kepolisian di Nisel belum dapat mengungkap pelakunya.
Kematian wartawan surat kabar terbitan Medan itu, diduga berkaitan dengan pemberitaan yang ditulis dan dimuat di Harian Berita Sore berjudul “Panwaslih Nisel Diminta Tangkap Ketua dan KPUD”, dan “DPRD Panggil Paksa Ketua KPUD Nisel”.
Muchyan menambahkan, kasus kematian wartawan tersebut agar dapat dituntaskan dengan cepat sehingga para insan pers yang melaksanakan tugas merasa dilindungi oleh hukum dan pihak berwajib.
Menurut dia, selama ini para wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik sering mendapat perlakuan keras dari oknum yang merasa tidak senang atau keberatan atas berita yang disiarkannya.
Wartawan sering diperlakukan tidak manusiawi dan tindakan ini jelas suatu pelanggaran hak asasi manusia (HAM), serta tidak boleh dibiarkan terus, katanya.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada Polda Sumut agar dapat menertibkan oknum-oknum yang mengaku sebagai wartawan, padahal orang yang itu tidak berhak untuk menyandang predikat wartawan sebagai profesi yang terhormat dan sangat mulia.
Sehubungan itu, katanya, Polda Sumut jangan segan-segan untuk mengamankan oknum yang merusak citra wartawan.
Sekarang ini, jelasnya, untuk masuk menjadi wartawan cukup mudah, dan tidak seperti kita masuk menjadi anggota Polri yang harus melalui pendidikan yang cukup ketat.
Namun demikikan, ia meminta kepada wartawan yang benar-benar profesionali agar tetap dapat melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga rambu-rambu Pers dan tetap berpedaman kepada Kode Etik Jurnalistik (KEY), sehingga pers tetap terbebas dari delik dan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri.
Jadilah seorang wartawan yang profesional dan tetap dihormati, serta selalu dicintai oleh masyarakat, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Irjen Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, wartawan yang melaksanakan tugas agar selalu menjaga etika, sehingga dihormati dan selalu dipercaya.
Menurut dia, tugas wartawan cukup sulit dan mereka tidak mengenal waktu siang dan malam, serta hari libur sekalipun tetap bertugas untuk memburu berita untuk kepentingan surat kabarnya.
Bahkan, katanya, wartawan selalu diburu untuk deadline surat kabar yang akan terbit, dan mereka yang bertugas di lapangan benar-benar stres dan harus tahan banting.
Tugas yang diemban oleh sang wartawan itu hampir sama dengan anggota Kepolisian yang tidak mengenal rasa capek unttuk melaksanakan tugas untuk kepentingan negara, ujarnya. (ant )
Sumber: beritasore online, Selasa, 16 Mei 2006

One Response to “Polda Sumut Diharapkan Usut Wartawan “ Berita Sore” Eliyuddin”

  1. 1
    suherman Says:

    Pak kapolda yang terhormat, saya mau tanya apakah ada perintah dari Bapak mengenai penertipan sejumlah Warnet diperdagangan? soalnya anggota Bapak dari kasat Intel polres siantar datang merajia dan menunjukkan surat tugas penertipan warnet di jalan jamin ginting dan apakah mereka berhak untuk meminta surat izin usaha dan surat keramaian katanya harus di urus, ironisnya mereka mengatakan akan mem-Police Line warnet tersebut jika tidak bisa menunjukkan surat keramaian sementara kami minta untuk minta petunjuk cara pengurusannya malah dibentak-bentak dan memang mereka tidak ada bukti menyatakan warnet tersebut memiliki film porno yang tersimpan didalam CPU komputer. yang tidak masuk akal kenapa tiba-tiba kalau memang betul kenapa di siantar tidak ditertibkan dahulu kenapa langsung ke perdagangan dan razia diperdagangan juga tidak serentak dan terkesan karena mungkin hanya cari uang masuk saja mereka. adapun oknum tersebut adalah bernisial Purba dan Sinaga. apakah seperti ini pengayom masyarakat main bentak-bentak segala dan kita meminta saran aja dibentak-bentak. seberapa banyak uang negara habis menggaji para petugas kalau memang belum punya profesionalisme pada pekerjaannya. terima kasih atas perhatiannya Pak Kapolda.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

May 2006
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031