Medan, (Berita): Ketua PWI Cabang Sumatera Utara H.A. Muchyan AA mengharapkan Polda Sumut terus mengusut tuntas kasus kematian Eliyuddin Telambanua, wartawan Harian Berita Sore Medan yang tewas di Kabupaten Nias Selatan (Nisel).
Kasus kematian insan pers yang sudah cukup lama itu hingga kini belum terungkap siapa pelaku pembunuhannya, katanya pada acara pertemuan para Pemimpin Redaksi Surat Kabar di Medan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Bambang Hendarso Danuri, di Medan, Senin [15/05]
Kematian Eliyuddin Telambanua yang diduga oleh tindak kejahatan terungkap pada 29 Agustu 2005 lalu dan hingga kini aparat Kepolisian di Nisel belum dapat mengungkap pelakunya.
Kematian wartawan surat kabar terbitan Medan itu, diduga berkaitan dengan pemberitaan yang ditulis dan dimuat di Harian Berita Sore berjudul “Panwaslih Nisel Diminta Tangkap Ketua dan KPUD”, dan “DPRD Panggil Paksa Ketua KPUD Nisel”.
Muchyan menambahkan, kasus kematian wartawan tersebut agar dapat dituntaskan dengan cepat sehingga para insan pers yang melaksanakan tugas merasa dilindungi oleh hukum dan pihak berwajib.
Menurut dia, selama ini para wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik sering mendapat perlakuan keras dari oknum yang merasa tidak senang atau keberatan atas berita yang disiarkannya.
Wartawan sering diperlakukan tidak manusiawi dan tindakan ini jelas suatu pelanggaran hak asasi manusia (HAM), serta tidak boleh dibiarkan terus, katanya.
Selanjutnya, ia juga meminta kepada Polda Sumut agar dapat menertibkan oknum-oknum yang mengaku sebagai wartawan, padahal orang yang itu tidak berhak untuk menyandang predikat wartawan sebagai profesi yang terhormat dan sangat mulia.
Sehubungan itu, katanya, Polda Sumut jangan segan-segan untuk mengamankan oknum yang merusak citra wartawan.
Sekarang ini, jelasnya, untuk masuk menjadi wartawan cukup mudah, dan tidak seperti kita masuk menjadi anggota Polri yang harus melalui pendidikan yang cukup ketat.
Namun demikikan, ia meminta kepada wartawan yang benar-benar profesionali agar tetap dapat melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga rambu-rambu Pers dan tetap berpedaman kepada Kode Etik Jurnalistik (KEY), sehingga pers tetap terbebas dari delik dan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri.
Jadilah seorang wartawan yang profesional dan tetap dihormati, serta selalu dicintai oleh masyarakat, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumut Irjen Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, wartawan yang melaksanakan tugas agar selalu menjaga etika, sehingga dihormati dan selalu dipercaya.
Menurut dia, tugas wartawan cukup sulit dan mereka tidak mengenal waktu siang dan malam, serta hari libur sekalipun tetap bertugas untuk memburu berita untuk kepentingan surat kabarnya.
Bahkan, katanya, wartawan selalu diburu untuk deadline surat kabar yang akan terbit, dan mereka yang bertugas di lapangan benar-benar stres dan harus tahan banting.
Tugas yang diemban oleh sang wartawan itu hampir sama dengan anggota Kepolisian yang tidak mengenal rasa capek unttuk melaksanakan tugas untuk kepentingan negara, ujarnya. (ant )
Sumber: beritasore online, Selasa, 16 Mei 2006

Facebook Comments