Noni Telaumbanua, Putri Nias, Penulis Buku Tentang Nias

Thursday, March 23, 2006
By nias

Di tengah kelangkaan minat masyarakat Nias untuk mendalami dan menekuni secara serius hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan sejarah Nias, kehadiran Noni Telaumbanua di bidang ini sedikit melegakan. Noni, alias Ina Sara, yang kini sedang studi di Jeman, telah menulis cukup banyak buku tentang Nias, menyangkut berbagai topik. Untuk mengetahui lebih jauh siapa putri Nias ini dan pendapatnya tentang berbagai hal, E. Halawa* dari Nias Portal melakukan wawancara jarak jauh lewat email dengan Noni. Hasil wawancara tersebut ditayangkan berikut ini.

Tentang minatnya untuk menulis buku dan alsannya memutuskan untuk masuk ke jalur itu, Noni menjelaskan sebagai berikut.

Noniawati Telaumbanua

Noniawati Telaumbanua

Sewaktu kelas 5 SD saya telah menulis berbagai puisi dalam sebuah buku, hingga SMA ada sekitar 4 buku tulis terisi penuh dengan puisi. Lalu dengan seorang teman sekelas saat itu hingga SMP, kami selalu berlomba-lomba menulis cerpen versi kami sendiri. Lalu, sekembali dari Jerman (2000) saya memutuskan untuk membukukan sesuatu sehingga tidak hilang begitu saja bila hanya ditulis lalu disimpan di rak buku.
Kesempatan untuk menulis atau membukukan sesuatu bagi orang Nias terbuka lebar, manfaatnya juga besar sekali, kepentingannya pun bukan hanya untuk orang Nias saja, hal ini juga merupakan kepuasan jiwa sebagai penulis, sehingga dengan demikian saya memutuskan untuk menulis buku.

Ternyata, tema mengenai Nias itu luas sekali, ada banyak bahan penelitian atau hal-hal menarik tentang kita yang belum didokumentasikan. Ada yang terdokumentasikan tetapi dari versi orang luar Nias. Dari jalur ini juga saya bisa mendapatkan banyak kontak dengan berbagai kalangan, minimal sebagai nara sumber. Dan, dari jalur ini jugalah saya bisa mendapat promo untuk pendidikan lanjutan kelak.

Berikut adalah buku-buku yang telah ditulis Noni, dan yang sedang dipersiapkannya:

  1. Seri Ono Niha Jilid I : Misionar dan Utusan Misi Jerman ke Nias 1865-2001
  2. Prinsip Teknik dan Ilmu Pengetahuan di dalam Alkitab – bahan pelajaran untuk Sekolah Minggu.
  3. Misuno Yehowa – kumpulan lagu terjemahan para suster di masa misionar dari Bahasa Jerman ke Bahasa Nias, sebagai editor. (Lagu dan syair dalam Bahasa Nias belum pernah dibukukan namun selalu dinyanyikan).
  4. Visi dan Misi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nias Periode 2001-2006, sebagai editor bersama Ir. Restu Jaya Duha.
  5. Öri Ba Tanö Niha, bersama Ir. Restu Jaya Duha.
  6. Kumpulan Khotbah Pdt. Uwe Hummel dan Pdt. Sonia C. Parera Hummel selama bertugas sebagai Mitra Kerja VEM-Jerman di BNKP, sebagai editor bersama Ir. Restu Jaya Duha.
  7. Prospektif dan Wacana Pemekaran Kabupaten Nias Menuju Pembentukan Propinsi Tanö Niha, bersama Ir. Restu Jaya Duha, SE.

Yang sedang dalam persiapan adalah buku Seri Ono Niha Jilid II, tema dan judul belum bisa disebutkan saat ini. Yang setengah siap adalah buku Mi’angawuli ba Khöda (buku ini kumpulan pengalaman nyata pahit – getir orang Nias dari berbagai kalangan, tentang kisah dan perjuangan mereka ketika kembali ke Nias). Yang dalam tahap penyelesaian adalah buku ‘Persiapan, Perjalanan dan Studi di Eropa‘.

Noni memang terkesan mengkhususkan diri menulis tentang Nias. Inilah alasanya:

Kalau bukan kita yang menulisnya siapa lagi yang kita harapkan untuk mendokumentasikan harta benda milik kita di Nias. Membanggakan, kita punya harta sendiri, biar kecil tapi harta itu milik kita, masak orang lain yang memiliki dan menginventarisir harta kita?

Akan tetapi, saya kagum sekali, bahwa mereka, yang bukan suku Ono Niha, yang pernah menulis tentang Nias telah meluangkan banyak waktu, materi dan tenaga untuk mendokumentasikan kita. Ini pun bukan pekerjaan yang mudah, paling tidak mereka punya ‘cinta dan ketertarikan’ akan Nias, terlepas dari apa pun motivasinya menulis tentang Nias.

Sayang sekali, banyak yang menulis (orang dari luar) dan beropini negatif tentang kita, di mana kita sendiri tidak mengerti mengapa mereka berpendapat demikian, dan jadilah opini tentang kita terbentuk sedemikian rupa dan menjadi stempel bagi kita turun-temurun, dan kita pun menjadi berpikir demikian. Ini juga sebenarnya bisa diubah menjadi kekuatan suku Ono Niha.

Bidang ini peluangnya masih besar, kans untuk promo penelitian juga besar sekali, bidang ini cukup sehat karena mengarahkan kita untuk berpikir, mencari dengan teliti, dan membina komunikasi dengan berbagai kalangan.

Menulis tentang Nias menjadi suatu tugas pribadi dari hati kecil, setidaknya kelak untuk anak sendiri, bila dia mungkin tidak tinggal di Nias lagi, dia masih memiliki sekelumit peninggalan data tertulis di lemari bukunya.

Buku “Misionar dan Utusan Misi Jerman ke Nias 1865 – 2001” yang ditulisnya menyangkut sejarah masuknya misi Agama Kristen (khususnya Protestan) di Nias. Berikut adalah penjelasan singkat Noni tentang tujuan buku tersebut dan sumber-sumber rujukannya.

Tujuan buku jilid I ini adalah semacam ‘Open House’, di mana saya memaparkan data apa adanya secara kronologis, dan tanpa analisa mendalam apa pun berikut foto, dan sesuai informasi yang diperoleh dari lapangan. Semacam kumpulan data dan gambar yang dibukukan. Saya menggunakan versi Vereinte Evangelische Mission (VEM) untuk data / riwayat pribadi. Sebagai pembanding kronologi kurun waktu pemberitaan misi, saya menggunakan versi dari terjemahan Pastor Yohanes dari Museum Pusaka Nias dan beberapa nara sumber pribadi. Ada beberapa terjemahan artikel yang telah saya alihkan baik dari bahasa Inggris maupun bahasa Jerman, yang dianggap mendukung data tertentu. Foto-foto reproduksi saya beli dengan uang pribadi dari berbagai organisasi / museum, yang lain saya potret sendiri; ad juga beberapa foto berupa hibah dan ijin tertulis.

Noni coba menyampaikan sejumlah alasan mengapa sangat sedikit orang Nias yang menaruh minat pada studi tentang sejarah, budaya dan bahasa Nias.

Bidang ini membutuhkan banyak kemampuan, pengorbanan moril maupun materil. Pengorbanan yang tidak sedikit dan seperti kurang menjanjikan, bisa jadi sebagai hal yang menyulitkan kita untuk bekerja di bidang ini. Organisasi yang mendukung pun tidak banyak-bahkan hampir tidak ada, karena tidak menghasilkan uang dalam sekejap mata dan karena orang Nias sendiri tidak ‘duduk’ (ada)/tidak pernah punya kontak pribadi di organisasi yang berkompeten untuk itu.

Suku Ono Niha sendiri tidak begitu besar dalam hal kuantitas –kurang dari satu juta seluruh dunia; ini terasa sekali berkurang jumlahnya dengan dua kejadian bencana alam di Nias dalam kurun waktu 2001-2004 — bila dibanding dengan suku lain yang jauh lebih spektakuler kiprah dan penampilannya.

Bagi sebagian kalangan, bidang ini juga sangat tidak realistis untuk “cari makan”.

Sebagai penulis buku “Propinsi Tanö Niha”, Noni menjelaskan mengapa Nias harus menjadi sebuah provinsi, faktor-faktor pendukung dan pengganjal dari ide tersebut.

Buku ini saya susun bersama dengan Ir. Restu Jaya Duha, SE. di mana ide awalnya berasal dari beliau. Kami memperdebatkan masalah otonomi dan pemekaran, di mana beliau sebagai orang yang pro otonomi berikut pemekaran, dan saya pribadi orang yang kontra dengan pemekaran, berikut dengan berbagai alasan pribadi kami masing-masing. Data lengkap tentang Nias kami kumpulkan berikut data pembanding dari berbagai wilayah di Indonesia dan beberapa wilayah di negara-negara asing yang memiliki kesamaan tertentu dengan Nias.

Mengapa tidak kita jadikan sebuah buku saja ? Begitu pikir kami. Buku ini realistis saja karena berasal dari pikiran pro dan kontra dari berbagai sudut pandang. Bila membuat perencanaan hingga sekecil-kecilnya, alangkah sayang bila tidak memiliki tujuan pasti. Buku ini memuat strategi, tahapan-tahapan kelayakan, realita di lapangan dan sangat mendetail bagaimana mewujudkan sebuah pemekaran, jadi sekalian saja pemekaran propinsi versi Propinsi Tanö Niha yang telah ditinjau dari berbagai aspek. Ide ini untuk minimal jangka panjang 25 tahun kedepan (mencapai Propinsi Tanö Niha), jangka menengah (mencapai pemekaran Kabupaten/Kota) dan jangka pendek (mencapai pemekaran Kecamatan dan Desa).

Bila kita berpikir bisa, maka tidak sulit untuk mewujudkan keinginan kita. Jadi persiapkan saja dengan baik, jangan nantinya ketika dibutuhkan malah kalang kabut tidak punya data dan studi kelayakan.

Buku dengan tajuk di atas, kami pikir pasti spektakuler dan mengundang reaksi. Itu yang kami harapkan sebagai penulis. Ini penting, jadi judulnya kami beri demikian. Pro dan kontra tidak jadi masalah karena buku itu pun merupakan hasil dari pikiran pro dan kontra kami yang didukung oleh opini ratusan nara sumber yang pro dan kontra (pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh nara sumber kami).

Faktor pendukung menjadi sebuah propinsi: sangat banyak, di antaranya sumber daya [(Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Buatan (SDB)] dan kesatuan serta kerjasama yang baik.

Faktor pengganjal, salah satunya adalah kelemahan kita yang tidak begitu ‘canggih’ untuk mempromosikan diri di mana kelemahan kecil saja cenderung menutup pikiran dan mata kita untuk memasarkan ‘Ono Niha dan Kemampuannya’. Performance yang tidak meyakinkan membuat orang tersugesti untuk tidak yakin akan kemampuan kita.

Sebagai seorang putri Nias, Noni memberikan uraian berikut ketika ditanya harapannya dari budaya dan masyarakat Nias untuk perbaikan “status” wanita Nias.

Perbaikan „status“ itu tergantung pada bagaimana dan siapa yang memandang. Ada orang memandang bahwa status kami perempuan Nias harus diperbaiki. Ada yang berpandangan bahwa status kami baik-baik saja, tuh.

Apakah status perempuan Nias perlu perbaikan? Setiap orang punya opini tersendiri. Saya pribadi berpikir begini, istilah status diciptakan untuk memberi penilaian akan harkat dan martabat seseorang. Sayang sekali, saya tidak tertarik menilai-nilai status seseorang, apalagi beropini bahwa statusnya harus diperbaiki. Ini riskan.

Akan tetapi bila pertanyaannya seperti: bagaimana meningkatkan kemampuan intelektual atau kemampuan rohani atau pun kemampuan ekonomi seseorang, dalam hal ini kaum perempuan di Nias, ini bisa dijawab-oleh siapa pun, sekalipun jawabannya tidak singkat karena pasti ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Namun perubahan (dalam hal ini peningkatan kemampuan) tetap kembali kepada masing-masing pribadi sang perempuan, apakah mau mengembangkan dirinya lebih dari yang sekarang atau merasa cukup dengan keadaan sekarang atau mungkin malah tidak menaruh minat lagi untuk ke luar dari ‚sesuatu yang tidak memajukan pemikiran’, misalnya.

Ketika Wawancara ini dilangsungkan, Noni sedang melanjutkan studi di Jeman.

Saya melanjutkan studi di Jerman untuk spesialisasi Pengembangan Wilayah (Bidang Perencanaan dan Manajemen Wilayah). Saya mengikuti persyaratan akademis yakni mengikuti perkuliahan S2 (penyetaraan dengan Peraturan Pendidikan Jerman), di mana S2 kita di Indonesia diakui sebagai S1 versi mereka (versi jalur perkuliahan dalam bahasa Jerman). Penulisan beberapa buku dalam berbagai tema ternyata sangat membantu ketika saya mencari universitas dan profesor di Jerman (karena ini bagian tersulit). Studi ini, bila Tuhan ijinkan, berlanjut hingga doktoral.

Formalitas ini diperlukan kendati penelitian untuk disertasi telah saya siapkan dalam versi Indonesia, jadi semoga waktu studinya bisa singkat. Penelitian yang saya ajukan adalah buku Prospektif dan Wacana Pemekaran Kabupaten Nias menuju Propinsi Tanö Niha. Penggagas ide buku ini sendiri, yakni, Ir. Restu Jaya Duha, SE., juga kelak mengikuti perkuliahan serupa, hanya bidang kami akan berbeda, biar spesialisasinya lebih banyak.

Catatan: Artikel ini ditayangkan di Nias Portal tgl 23 Maret 2005 dan kembali ditayangkan di sini dengan sedikit modifikasi dalam penyajian.

89 Responses to “Noni Telaumbanua, Putri Nias, Penulis Buku Tentang Nias”

  1. 1
    eliaman zebua Says:

    Syalom….
    Saya seorang mahasiswa universitas gunadarma program strata dua jurusan manajemen sistim informasi. Saya baru saja membaca tentang diri anda, dan saya salut dan indin melanjutkan cita-cita mensejahterakan nias yang mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang sia-sia, meskipun jauh dalam nurani hati mereka ingin maju. Pemikiran Anda bisa menjadi inpirasi bagi kami yang masih muda ini untuk melanjutkan perjuangan membawa tanoniha keluar dari keterpurukan rohani, ekonomi, dan sosial budaya.

    Salam…. Ya’ahowu

  2. 2
    Noni Telaumbanua Says:

    Terima kasih sudah mengunjungi situs ini. Sumber inspirasi yang terutama adalah hanya di dalam Dia. Selamat dan sukses dalam studi di Gunadarma. Noni Telaumbanua,Karlsruhe.

  3. 3
    Berkat Jaya Lase,AM,d Says:

    yaahowu..
    keberhasilan Ibu patuh kita banggakan bahwa saya sendiri bangga sebagai suku nias dimana keberhasilan ibu dan impian membangun nias.Jarang ada ononiha yang mempunyai sifat perhatian kepada suku sendiri.Kita dukung truss dan sukses selalu dengan ibu.
    sekian

  4. 4
    Noni Telaumbanua Says:

    Yaahowu Pak,
    mari kita memberi perhatian kepada Ono Niha dan Tanö Niha mulai dari hal-hal kecil. Salam dan sukses selalu.
    Noni Telaumbanua, Karlsruhe

  5. 5
    autha Says:

    Ya’ahowu & salam kenal untuk ibu Noni di Karlsruhe. Saya juga ada di Jerman, tetapi bukan karena dikirim sekolah, melainkan karena dikirim suami 😉 😀

  6. 6
    Noni Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu dan salam kenal dengan Ibu Autha.
    Terima kasih sudah mampir di situs Yaahowu, alangkah baiknya lagi kalau bisa mampir di Karlsruhe.:))
    Jadi urusan dikirim dan tak dikirim tidak menjadi sia-sia,ya.

    Di kota manakah tinggalnya, kalau saya boleh tahu?

    Salam,
    Noni Telaumbanua

  7. 7
    Ismed Amazihono Says:

    Ya’ahowu

    Saya Ismed dari Gunungsitoli, sekarang saya lanjutkan study S-2 di UGM Yogyakarta jurusan Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan. Sekedar informasi kita bisa studi karena Bantuan dari BRR NAD-Nias, banyak teman yang seperti saya kuliah di UGM yaitu 14 orang tenaga dokter yang mengambil Program dokter spesialis, 9 orang S-2, 16 orang adek SMA yang melanjutkan ke Fakultas Kedokteran UGM.

    Saya bangga dengan Saudari, mampu berbuat untuk Nias melalui tulisan serta mampu belajar di Jerman, jarang putri Nias yang sukses seperti Anda bahkan kaum putra Nias jarang juga.

    Mari kita berbuat untuk Nias tercinta, kita berharap bu Noni terus berjuang untuk memperkenalkan Nias di luar negeri agar para investor mampu membuka usaha di Nias, kita jangan terus dianggap daerah miskin, terisolir apalagi hasil BPS Sumut 2006 IPM kita masih rendah, siapa lagi yang membangun Nias, sukses buat bu Noni.

    Ya’ahowu

  8. 8
    Noni Telaumbanua Says:

    Yaahowu Bang Ismed,

    syukurlah kalau abang juga mendapat beasiswa ke sana.
    Maju terus dan jangan putus asa, jalan kita masing-masing
    pasti memiliki peranannya tersendiri.
    Semoga kita bisa ketemu lagi di Gusit.

    Sekali lagi, selamat berjuang,
    tetap semangat,
    jangan menyerah
    pakailah waktu yang ada
    semoga Tuhan ijinkan semua yang menerima beasiswa
    dimanapun studinya berhasil lulus.

    Salam dari Gunungsitoli,
    Noniawati Telaumbanua

  9. 9
    petrik matanasi Says:

    hebat! saya harap ada lebih banyak lagi literatur tentang Nias

  10. 10
    petrik matanasi Says:

    saya tertarik dengan sejarah Nias sejak saya selesai KKN di Afulu. ingin sekali kembali ke Nias untuk sebuah penelitian. saya tertarik dengan sejarah Nias masa kolonial Belanda. saya mahsiswa sejarah dari IKIP Jogja sedang kumpulkan bahan tentang Nias untuk sebuah tulisan saya kelak

  11. 11
    J. A. SONJAYA Says:

    Ya, Ahowu! Bulan Juni 2007 saya akan ke Gunungsitoli untuk belajar tentang budaya Nias. Bisakah Mbak Noni meluangkan waktu untuk saya?

    Untuk Petrik Mantanasi, saya juga tertarik dengan sejarah Nias. Jika ada waktu, bisakah kita bertemu suatu ketika di TOP JAVA depan UNY? sekedar tukar informasi dan berbagi ide. Saya mengajar di Arkeologi UGM Yogyakarta. Jadi, kita tetangga dan ilmu kita kerabat.

  12. 12
    Noni Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu dan salam kenal kepada Matanasi dan Sonjaya.

    Saya berada di Gunungsitoli hanya sampai awal April 2007 ini.

    Terima kasih.

    Noniawati Telaumbanua

  13. 13
    Thorossi Lase Says:

    Wacana NONI tentang Pemekaran Daerah Kabupaten Nias menjadi Propinsi “Tano Niha” banyak pendapat yang mendukung, terutama Putra Putri Nias yang diatas 20 tahun di perantauan,,hanya saja dengan nama Propinsi Tano Niha belum Popular,,akan tetapi jika memakai nama “Propinsi Nias” seluruh Dunia sudah Tau jadi dari nama saja sdh pasti dikenal, selanjutnya kita tinggal mengolah potensi dan SDA daerah.

    Prospek Wisata, SDA Kelautan dan Perikanan di Nias jauh lebih potensi dari Bali atau Kepri,,adanya Teluk Dalam dengan wisata Surfing, Pulau BAWA dengan SUNSET yang benar2 terletak di ufuk barat Indonesia, Nilai Budaya Megalitik yang menakjubkan Dunia Luar,,semuanya baru go international ketika Nias menjadi Propinsi Termuda di Republik ini.

    Oleh karena itu kita percayakan saja kpd kedua Bupati kita saat ini, dan Sdr2 kita yang duduk di Senayan,DPRD II dan DPRD I agar wacana ini segera diwujudkan, tentunya setelah Nias telah dimekarkan menjadi 3 Kabupaten dan 1 Kota Madya, antara lain ;
    – Kab.Nias Selatan
    – Kab.Nias Barat
    – Kab.Nias Utara
    – Kota Gunung Sitoli,

    Semoga Sukses,,,Yaahowu…!

  14. 14
    YAREDI WARUWU Says:

    YA,AHOWU,

    Saya merasa senang dan bangga bahwa telah ada putri Nias seperti Ibu NONI yang telah memulai menulis sebuah buku tentang Nias.Inilah salah satu profesi yang luar biasa,semoga sukses selalu.

    Dulu saya waktu kuliah di UNIKA ST. Thomas Medan ada beberapa temen saling tukar pikiran tentang Nias,tapi beberapa temen-temen itu sekarang masih kuliah dan juga ada yang telah bekerja di Nias sekarang.Saat ini saya masih di Switzerland dan pulang ke Indonesia bulan Agustus 2007.Saya sendiri bersedia untuk bergabung dan membantu untuk membangun Nias kita ini.
    Terimakasih dan Salam kenal.Maju terus….

    YAREDI WARUWU

    (SWITZERLAND)

  15. 15
    Noni Telaumbanua Says:

    Yaahowu Bapak/Ibu Thorossi Lase dan Bapak Yaredi Waruwu,

    salam kenal dari Karlsruhe,

    terima kasih banyak untuk komentar dan opini di ruang ini.

    Selamat berkarya untuk Tanö Niha.

    Datalau zi sökhi ba mbanuada ba zi moguna ba sato.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua,
    Karlsruhe.

  16. 16
    Petrik matanasi Says:

    untuk: J.A. Sonjaya, maaf baru balas? dengan senang saya terima tawaran anda. kapan bisa kita mulai. sebaiknya malam, pagi saya diperpus dan siang saya biasanya nulis untuk proyek.
    saya juga ingin belajar ilmu yang ingin saya tekuni waktu kecil dulu, Arkeologi. apa rencana anda ke Nias? sebaiknya kita berhubungan lewat Email. saya ada di pitalawa@gmail.com

  17. 17
    Petrik matanasi Says:

    untuk kak Noni, kalau boleh tahu? dimana perpustakaan di Jakarta yang menyimpan banyak informasi tentang Nias. bagaimana saya bisa menemui Pastur Hammerlee dan bagai mana kabarnya sekarang? maaf saya baru kenal Hammerlee dari bukunya, Asal Usul Masyarakat Nias.

  18. 18
    Noni Telaumbanua Says:

    Yaahowu Sdr. Petrik Matanasi,

    buku-buku silakan coba dicari di Perpustakaan Nasional RI (PNRI), Jakarta atau di Museum Pusaka Nias, Gunungsitoli. Untuk menemui Pastor Johannes Hämmerle, silakan hubungi Museum Pusaka Nias.

    Salam dari Karlsruhe,
    Noni Telaumbanua

  19. 19
    petrik Matanasi Says:

    Yaahowu
    terima kasih kak Noni, saya akan cari. Saya usahakan untuk berangkat ke Nias dan menemui pastur Hammerlee. saya harap, buku-buku kak Noni ada juga di sana.
    oh ya kak, saya juga sedang mulai menulis lebih serius tentang Nias, untuk tulisan tentang Nias ini saya butuh kawan diskusi untuk matangkan wacana saya, apakah ada sejarahwan Nias atau ahli tentang Nias yang tinggal di Nias? saya hanya tahu dokter Victor Zebua, penulis HoJaNK, saya belum mengetahui yang lain.
    satu lagi dimana saya bisa menemui kak Noni seandainya kak Noni ada di Nias?
    sebelum dan sesudahnya, saya sangat berterima kasih pada kak Noni Telaumbanua yang telah membantu misi saya ini. sukses selalu untuk kak Noni di Eropa.

    salam dari Patehan Lor II (komplek Kraton Djogja),
    Petrik Matanasi (Alawa)

  20. 20
    Restu Jaya Duha Says:

    Yth. Bapak Petrik Matanasi

    Saya ingin tambahkan informasi tentang buku atau data tentang Nias, juga dapat didapatkan pada Perpustakaan BPS (Badan Pusat Statistik) Pusat-Jakarta, di BPS Sumatera Utara di Medan, BPS Kabupaten Nias di Gunung Sitoli dan BPS Kabupaten Nias Selatan di Teluk Dalam serta bisa juga di dapat di BAPPEDA Kab. Nias dan BAPPEDA Kab. Nias Selatan.

    Demikian yang bisa saya informasikan. Saya harap info ini dapat membantu. Selamat berkarya.

    Ya’ahowu !

    Restu Jaya Duha
    Karlsruhe – Jerman

  21. 21
    petrik Matanasi Says:

    Untuk: Bapak Restu Jaya Duha

    Terima kasih informasinya, Bapak Restu Jaya Duha. Maaf saya tidak suka dipanggil bapak, saya masih belum matang untuk dipanggil bapak, saya baru 24 tahun dan sedang mencari jatidiri lewat tulisan. terima kasih Yaahowu…

    salam dari Patehan Lor II (komplek Kraton Djogja),
    Petrik Matanasi (Alawa)

  22. 22
    Thorossi Lase Says:

    Bu NONI D’Lau,, kapan selesai Studynya di Germany, kelihatannya Nias kedepan memerlukan figur Wanita untuk menata pemekaran Kota Gunung Sitoli,,Thorossi Lase bangga jika yang memimpin Kota Gunung Sitoli nanti adalah seorang Ibu yang pintar memberdayakan potensi potensi yang ada di Daerah, jangan bangga dengan belas kasih dari tingkat I dan Pusat Pemerintahan saja,,bawalah teman2 Investor dari German untuk membangun Industri di Nias, Coklat,Jagung,Abon Ikan,Sosis Daging,sangat mudah membuatnya karena Tanoniha subur,, curah hujannya tinggi…
    bergeraklah segra…

    Thorossi Lase 28/04/07

  23. 23
    Noni Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Ibu/Bapak Thorossi Lase,

    terima kasih banyak untuk saran dan ide yang sangat menarik dan penting untuk diperhatikan bagi kepentingan masyarakat Ono Niha yang tinggal di Kepulauan Nias.

    TL:kapan selesai Studynya di Germany

    Bila Tuhan ijinkan selesai dalam waktu secepatnya.

    TL: kelihatannya Nias kedepan memerlukan figur Wanita untuk menata pemekaran Kota Gunung Sitoli,,Thorossi Lase bangga jika yang memimpin Kota Gunung Sitoli nanti adalah seorang Ibu yang pintar memberdayakan potensi potensi yang ada di Daerah, jangan bangga dengan belas kasih dari tingkat I dan Pusat Pemerintahan saja,,

    Terima kasih banyak untuk sumbangsih pikiran Ibu/Bapak. Figur untuk memimpin dan menata kota Gunungsitoli secara khusus dan Kepulauan Nias secara umum tidaklah nyaman jika hanya berpusat pada satu pribadi seseorang. Ono Niha membutuhkan figur pribadi-pribadi yang matang dengan saling mendukung dan berpikir untuk kebaikan, kepentingan mendasar Ono Niha, terutama untuk keselamatan jiwa di daerah rawan seperti Kepulauan Nias.
    Dari pandangan saya sebagai seorang ibu terhadap anak-anak, yang paling membahagiakannya adalah bila anak-anak di masa depan memiliki masa depan yang cerah.

    TL:bawalah teman2 Investor dari German untuk membangun Industri di Nias, Coklat,Jagung,Abon Ikan,Sosis Daging,sangat mudah membuatnya karena Tanoniha subur,, curah hujannya tinggi…
    bergeraklah segra…

    Dalam banyak pertemuan-pertemuan penting atau dalam kesempatan diskusi/seminar/penyampaian makalah yang saya ikuti bersama para pengambil keputusan, baik di Indonesia maupun di Eropa, hal paling utama dan pertama saya ajukan adalah pendidikan. Kemudian kesehatan lalu peningkatan produksi dan pengolahan hasil sumber daya alam sendiri.

    Pendidikan bukan hanya masalah sekolah hingga tingkat tertinggi, akan tetapi makna pendidikan yang manusiawi, berbudi luhur dan berkualitas.
    Demikian juga dengan kesehatan, bukan hanya masalah “sakit dan ada dokternya”, melainkan kualitas manusia yang akan lahir dari Ono Niha karena makna kesehatan diperhatikan (jiwa dan raga).
    Dari sisi ekonomi, dengan tonggak sumber daya alam yang tersedia di Tanö Niha dimaksudkan bahwa apa yang ada di dalam Tanö Niha itu sendirilah yang harus diperkuat lebih dahulu.

    Saya yakin dan optimis, bahwa negara-negara donatur, organisasi-organisasi kemanusiaan,
    para inverstor
    beserta para donatur
    secara pribadi melihat sesuatu yang positif bila berbicara mengenai pendidikan (ini paling diresponi), kesehatan dan pengolahan sumber daya sendiri.
    Opini di atas bukanlah sesuatu yang baru dan telah puluhan tahun ditegaskan oleh orang tua-orang tua kita di Tanö Niha. Ini yang sebenarnya menjadi cita-cita para pemimpin kita di Indonesia dan di Tanö Niha.

    Saya jauh lebih yakin lagi bahwa para pelaku (dalam hal ini para donatur dan para investor), dimana mereka yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya, telah bergerak dengan segera meresponi opini tadi ketika dunia meresponi momentum Bencana 2004 dan 2005.

    Menemukan investor yang sejalan dan sepemikiran untuk membangun Tanö Niha, seperti yang Ibu/Bapak Thorossi Lase maksudkan, membutuhkan waktu dan kesabaran dengan kembali kepada point pendidikan dan kesehatan terlebih dahulu.

    Sekali lagi terima kasih dengan opini Ibu/Bapak Lase, saya senang sekali memperoleh pendapat yang berharga dalam kesempatan ini sebagai pertimbangan-pertimbangan yang akan disampaikan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya.

    Salam dari Karlsruhe,
    Noniawati Telaumbanua

  24. 24
    Herlin Says:

    Kak Noni,

    Masih di Jerman? Setelah membaca tulisan tentang kakak, aku baru tahu kalo kakak banyak menulis dan berkonsentrasi untuk Nias. Semoga akan lebih banyak orang-orang yang terpanggil untuk menulis tentang “diri sendiri” dan membawa Nias ke orang banyak.

    Herlin

  25. 25
    Noni Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Herlin,
    terima kasih untuk surat ini.

    Kalau boleh tahu, Herlin berada dimana?
    Selamat dan sukses dalam studi atau dalam pekerjaan,ya.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

  26. 26
    Mestika Harefa Says:

    Sukses untuk yang dapat beasiswa khususnya abang Ismed Kiranya misi mulia ibu Noni membawa terang bagi kita semua….
    Tuhan memberkati

    Salam

    Mestika Harefa, kampung Cinere.

  27. 27
    ASRUL Says:

    OKE…..I PROUD WITH YOUR COMMENTS…
    TRUS MENULIS KAWAN…. HASILKAN KARYA – KARYA YANG HEBAT TENTANG TANO NIHO…….!

  28. 28
    Warni Daeli Says:

    Saya Warni Daeli, sementara di Belanda, November mungkin sudah pulang.

    K’ Noni telah memilih pekerjaan yang sangat mulia untuk Nias. saya setuju sekali dengan respon K’ buat Thorossi Lase.

    kalau ngga salah K’ alumni SMA Xaverius? saya juga.
    saya teman sekelas Erwin dulu di SMP BM.

  29. 29
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Ibu Mestika Harefa,

    terima kasih banyak untuk respon di situs ini.

    Sumbangsih saran dan aksi untuk Tanö Niha tetap dinantikan baik melalui situs ini maupun di tempat Ibu berada.

    Tuhan memberkati.

    Ya’ahowu Pak Asrul,
    terima kasih banyak untuk respon di ruang ini, terlebih lagi dengan semangat yang diberikan. Kalau Pak Asrul tidak berkeberatan, opini untuk membangun Tanö Niha ditunggu oleh redaksi ya, Pak.

    Ya’ahowu Warni Daeli,
    terima kasih banyak dengan pesan yang sampaikan. Apakah Warni Daeli masih memiliki waktu luang sebelum kembali ke Indonesia?
    Bila tidak ada halangan, kita mungkin bisa bertemu.

    Ditunggu kabarnya,ya.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua
    Karlsruhe

  30. 30
    Warni Daeli Says:

    tentu ada, dan merasa senang sekali kalau bisa bertemu. apakah punya rencana ke Belanda?
    mungkin akan sangat baik jika saya mengetahui waktunya.
    salam untuk suami dan anak (sama-sama di Karlshure?) salam juga dari suami dan anak-anak saya. Tuhan memberkati

    Warni Daeli

  31. 31
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Warni Daeli,
    kita bisa kontak di nias.online@gmail.com atau redaksi Ya’ahowu.

    Kami senang sekali bila bisa bertemu.

    Saohagölö.

  32. 32
    Chriest B Says:

    hidup nias2x sekali lagi hidup nias
    benar…

    terus berkarya
    kami mendukungmu
    sampai akhir menutup mata

    Chriest B

  33. 33
    Yuniman Telaumbanua Says:

    Saudari Noniawati Telaumbanua sukses buat anda, saya bangga dengan prestasi yang sedang anda miliki. Tuhan memberkatimu.
    Misi masuknya agama Kristen (khususnya Protestant) ke pulau Nias tidak dapat di pisahkan dengan keberadaan Ono Niha di kota Padang. Sejarah keberadaan Ono Niha di Padang dan sekitarnya sampai saat ini belum jelas. Saya berharap sebagai orang Nias yang kebetulan berdomisili di Padang dapat mengetahui hal ini. Sangat disayangkan bahwa sejarah terbentuknya kota Padang tidak pernah menyinggung keberadaan warga Nias karena alasan tidak ada bukti sejarah.
    Terus berkarya buat Nias tercinta, !!!!

  34. 34
    Tian Says:

    wao..terkesan banyak dengan sdri noni yang beri hati untuk dokumentasikan ttg nias, sy sangat tertarik…n lebih baik ya kalau ada asosiasi untuk menjaga budaya nias dan berbagai hal khas ttg nias. saya ingin sekali menulis buku juga seperti noni utk nias…bertujuan mengangkat kemajuan masyarakat nias. thank a lot

  35. 35
    JOHN TELAUMBANUA Says:

    ya’ahowu
    sukses terus untuk kak noni.ini john anaknya ina toni.masih di jerman sana atau sdh balik ke nias?

  36. 36
    blasius baene Says:

    Syalom, Ya’ahowu
    Pertama-tama saya mengucapkan salam kenal buat kakak Noniawati Telaumbanua yang kini sedang studi di Jerman. Maaf, saya panggil Noni sebagai kakak. Saya merasa senang ketika membuka situs yang menampilkan tulisan kakak Noni apalagi beberapa judul buku-buku yang kak Noni tulis ditampilkan di sana. Oleh karena itu, pada saat membuka situs ini, saya merasa menemukan ada sesuatu yang baru, sesuatu yang mengundang sejuta inspirasi baru berkaitan dengan identitas daerah Nias. Saya sendiri berasal dari Nias, tetapi saya belum sepenuhnya memahami lingkungan daerah nias baik dari segi wilayahnya apalagi dari segi budaya dan berbagai hikayat yang menjadi kekayaan masyarakat Nias. Oleh karena itu, saya merasa senang bertemu dengan situs ini, paling tidak saya bisa mengetahui berbagai sejarah tentang nias. Kedua, saya menyampaikan proficiat kepada kakak Noniawati Telaumbanu yang telah menulis beberapa buku tentang Nias. Wah…ada modal untuk mengetahui secara lebih mendalam identitas Pulau Nias, tentu saja bukan hanya masyarakatnya, tetapi juga budayanya. God Bless you. Teruskanlah semangat anda untuk tetap menulis. Karena kakak Noniawati Telaumbanua menulis buku-buku tentang Nias, saya ingin bertanya kepada kakak, apakah kakak juga pernah menulis buku tentang Perkawinan dalam masyarakat Nias terutama buku yang mengulas persoalan tentang “jujuran/bowo” dalam perkawinan Ono Niha…? Saya saat ini sedang mencari buku-buku yang membahas tentang perkawinan dalam masyarakat Nias, terutama yang memahas tentang “Jujuran/Bowo.” Mungkin, kak Noniawati bisa membantu saya untuk menemukan buku-buku itu, paling tidak mungkin kak Noni bisa memberitahukan pada saya di mana saya bisa menemukan buku-buku itu. juga buku-bukunya mbak Noni saya bisa temukan di mana…? Apakah buku yang dituli oleh kak Noni sudah pernah diterbitkan diYayasan Pusaka Museum Nias-Gunungsitoli…?

    Sekedar diketahui oleh kak Noni, saya berasal dari Nias Selatan dan saat ini saya sedang kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Widya Sasana Malang-Jawa Timur. Bila kak Noni memberi informasi berkaitan dengan permohonan saya di atas, kak Noni bisa menghubungi saya di email: blasius_baene@yahoo.co.id
    sebelum dan sesudahnya, saya mengucapkan terima kasih banyak. God Bless you.

  37. 37
    Anas Lase Says:

    Selamat ya Noni, atas prestasi yang telah diraih. Anas dukung dalam doa, agar semua yang jadi penghambat studimu pasti Tuhan memberikan jalan.

    Noni, saya Anas (Anak Nias Lase) mungkin masih ingat atau tidak, karna dulu kita pernah sama – sama satu kelas 1A di SMP Bunga mawar taon 1990 bersama dengan Leliso, Ivone, Evi Gunawan, Imanuel, Markus, Gradus, Antonius, Yuferintisman, Fredi, Edi Matias, Hasan, dan lain – lain.

    Kalo lagi membaca berita ini tolong kirimin telp mereka (ybs) atau apa aja karna dah lama gak pernah ketemu/berkomunikasi lagi.

    Alamatkan ke : anas@sdm-mkt.co.id atau yahoo@Jhonyanas.co.id

    Yaahowu n sukses selalu

  38. 38
    Alumni Xaverius Says:

    Selamat buat Sdri. Noni. Tulisan sdri. Noni merupakan suatu sumbangan yang tiada taranya bagi pelestarian budaya dan tradisi Nias. Kami, rekan-rekan Alumi Xaverius bangga atas karyamu, seraya memotivasi kami untuk berbuat untuk Nias dan juga untuk almamater kita tercinta. Maju terus….!

    Salam dan doa kami menyertai perjuanganmu. Sukses selalu

  39. 39
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Bapak Chriest B
    Surat ini sudah lama sekali, bulan Juli lalu. Mohon maaf karena keterbatasan waktu dan tenaga tidak memungkinkan saya untuk segera memberi salam. Tapi benar, bulan Juli lalu, saya butuh semangat dan semangat. Terima kasih banyak, karena saya diberitahu secara tidak langsung melalui surat Bapak, untuk berkonsentrasi dengan tema Nias.

    Ya’ahowu Bapak Yuniman Telaumbanua
    Saohagölö zura da’a. Ide dari Bapak sangat cemerlang. Semoga semakin banyak yang tergugah untuk mendokumentasikan “Sejarah Padang”. Sukses selalu untuk Bapak.

    Ya’ahowu Bapak Tian,
    terima kasih juga salamnya dan sukses selalu buat Bapak.

    Ya’ahowu John Telaumbanua,
    hadia duria? Terima kasih kabar ini. Saya masih di Jerman dan masih belum diijinkan untuk pulang. Sukses selalu ya Dek, salam buat Bang Tony dan adik-adik yang lain.

    Ya’ahowu Bapak Blasius Baene,
    terima kasih untuk semangat yang diberikan. Publikasi mengenai perkawinan telah ditulis oleh Bapak Bamböwö Laia (sekarang berdomisili di Teluk Dalam). Salah satu tema serupa yang pernah saya dengar adalah hasil penelitian dan karya tulis Ibu Ina Reka Gulö (domisili di Medan), namun saya tidak tahu persis judulnya. BAPPEDA Kabupaten Nias sekitar tahun 2005 juga pernah mengadakan penelitian serupa dan silakan menghubungi kantor tersebut. Ide penelitian tentang perkawinan dalam budaya Ono Niha masih tetap menarik perhatian. Semoga ada hipotesa baru mengenai tema ini.
    Seperti yang Bapak perhatikan, penelitian dan publikasi yang pernah dilakukan, banyak bersifat dokumenter. Selebihnya adalah di bidang penataan wilayah Tanö Niha. Penelitian yang ditujukan untuk sebuah publikasi dan tesis sangat membutuhkan nilai autentik dan integritas. Tentunya paling menarik apabila penelitian-penelitian baru tentang Nias merupakan sesuatu yang tidak pernah dilakukan seseorang dan atau belum pernah dipublikasikan, akan tetapi merupakan hal-hal esensial dan prinsipil dari sebuah obyek penelitian. Dalam hal ini saya mengajak Bapak, selama masih dalam masa studi, untuk mengkaji terus pemikiran dan ide berharga dari dalam diri Suku Ono Niha. Pasti, masih banyak yang tidak pernah terdokumentasikan. Sukses selalu ya, Pak.

    Ya’ahowu Anas Lase ,
    terima kasih banyak untuk surat ini. Bulan Maret lalu saya bertemu dengan Lelyso di Gunungsitoli. Karena tempat yang sangat berjauhan, maka kontak intensif dengan teman-teman belum bisa saya lakukan pada saat-saat ini, kecuali melalui mail atau situs Ya’ahowu. Karena wahana ini yang paling memungkinkan bagi kami untuk berkomunikasi. Saya juga berharap, semoga teman-teman kita yang lain membaca surat ini. Saohagölö.

    Salam dari Karlsruhe,

    Noniawati Telaumbanua

  40. 40
    Idaman Gea Says:

    Dear Noni…Anda melakukan hal yang terbaik untuk daerah NIAS, saya berharap warga Nias yang lain dapat memberikan kontribusi nyata tentang apresiasinya akan kecintaannya akan Pulai Nias

    Rgds

    Idaman Gea

  41. 41
    blasius baene Says:

    Untuk kak Noni Telaumbanua di Jerman,
    syalom…..senang sekali mendapat jawaban kakak atas pesan yang saya sampaikan dalam situs ini. saya merasa senang atas informasi yang kakak sampaikan pada saya berkaitan dengan buku-buku yang saat ini saya butuhkan sebabagi persiapan ke depan dalam membuat sebuah karya ilmiah. saya berdoa untuk kak Noni yang saat ini sedang kuliah di Jerman, semoga studi kakak dapat berjasil dengan baik, sehingga memberikan angin yang segar bagi generasi muda di Nias untuk semakin bergairah dalam menggeluti dunia intelektual. sehingga dengan demikian, arah Nias ke depan semakin cerah. semoga kehadiran kak Noni di Nias, membawa arah baru bagi pemerintah Nias untuk menata wilayah Nias menjadi daerah yang lebih baik ke depan. thanks about your attention and your support. may God bless you.
    Ralat: maaf ya kak..Noni….saya bukan seorang Bapak….saya belum menikah dan saya masih mahasiswa. bukan tidak senang dipanggil sebagai Bapak, hanya saja saya tidak terlalu senang dipanggil sebagai bapak. saya lebih senang dipanggil dengan nama. okey thanks.

  42. 42
    EVI.SEANSHAN Says:

    Puji Tuhan….

    Saya Senang sekali akhirnya kak Noni bisa jadi Penulis yang Handal, krn aku tahu dari SMP dulu kakak itu punya bakat yang luar biasa > sering jadi juara kan..??> just info aku itu adek kelasnya kakak waktu SMP dulu saya satu kelas sama Irwan adeknya kak Naomi. Btw Irwan ada dimana sekarang kak, klu boleh tlg email saya No. HP atau alamat email barangkali.

    Thank’s…akhir kata semoga Tuhan yesus Memberkati kakak dalam menuangkan setiap pikiran dan kata-kata…yg berguna untuk Nias yang kita Cintai…

    Rgds

    Evi di bandung

  43. 43
    thya a.dc Says:

    Shyallom,ya’ahowu!
    Salam kenal dengan kak/dek Noni Tel yang ada dijerman.Senang dan rasa bangga sebagai orang nias yang memiliki Putri Nias terbaik,hebat dan …….sukses deh,doaku Tuhan memberkati segala cita-cita dan semua hal yang dikerjakan demi Nias kita tercinta.

  44. 44
    wasiat fau Says:

    Syalom & ya’ahowu fefu talifus

  45. 45
    I.Ririn Duha Says:

    Untuk Kakak I.Sara ( Kak Noni Tel. ) dan Abang A.Sara
    Yaahowu …..
    Kak saya baru buka situs Yaahowu dan baca tentang Kakak.
    Selamat Ya kak , semoga sukses selalu.
    Salam buat abang dan ponakanku sara.
    kapan balik ke Nias ? Kak Kalau mau hubungi kakak atau abang gimana ya ? Yaahowu

  46. 46
    Nicholast Tel Says:

    salah satu bentuk kenapa suku kita nias kurang minat dalam sejarah, budaya serta bahasa nias dikarenakan adanya beberapa faktor diantaranya adalah tak lain dari PENGETAHUAN, yang sangat sedikit sekali.Awalnya untuk mengetahui suatu hal tersebut adalah dasarnya Pengetahuan. Jika kita mengkaji semuanya itu. Karena mayoritas suku kita tersebut tamatan SLTA. Kalaupun kita mengharapkan kepada generasi muda saat ini, kita tak begitu yakin. Jadi…intinya dalam hal ini adalah pengetahuan serta wawasan kita. Jika kedua hal itu menyatu maka segala bentuk problema akan sejarah,bahasa, budaya pasti akan lebih bagus lagi. Thanks Daari :Putra Nias Nicholast Telaumbanua,S.Si, M.Hum.

    Dari : USA Amerika Serikat

  47. 47
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Yth. Evi di Bandung,
    terima kasih banyak dengan pesan dan semangat yang ditulis di Situs Ya’ahowu ini. Semoga Evi juga sukses selalu dan berada dalam lindungan Tuhan. Adik saya, Irwan, saat ini berada di Gunungsitoli dan bisa di hubungi melalui Hotel Hawaii di Jalan Sirao No. 20.
    Saohagölö.

    Yth. Ibu Thya A. Dc.
    Ya’ahowu, Bu. Terima kasih sudam mampir di situs ini dan mengirimkan pesan, terlebih lagi dengan support yang membeir semangat. Karena setiap putri dan perempuan Nias memiliki masing-masing hal terbaik dan terhebat dalam mencapai hal yang dicita-citakan, mari kita mulai untuk menyatakan bahwa setiap putri dan perempuan Nias adalah yang terbaik dan terhebat. Sukses selalu ya, Bu.

    Yth. Bapak Wasiat Fau,
    Ya’ahowu, Pak. Terima kasih sudah mampir di situs ini dan sukses selalu untuk Bapak. GBU.

    Akhigu I. Ririn Duha,
    hadia duria? Apakah jaringan internet sudah ada di rumah? Nomor kontak kami masih tetap sama seperti yang ada pada A.Ririn atau A. Ezra. Kalau sudah memiliki mail, silakan kirim surat ke mail redaksi, ya. Salam buat semua dan anak-anak.
    Saohagölö.

    Yth. Bapak Nicholast Tel. di USA-Amerika Serikat,
    Saohagölö sudah mampir di situs Ya’ahowu. Salam sukses selalu dalam studi atau pekerjaan untuk Bapak.

    Salam hangat dari Jerman,
    Noniawati Telaumbanua

  48. 48
    domi hulu Says:

    hem… satu kata bt sister..”salut bgt”
    moga makin sukses ya sistz…

    oy kk, kenalin sy Domi, saat ini sedang studi di USU(Medan) n ngambil jurusan antropologi budaya(halah!! promosi bgt w.. hehe..)

    ya’ahowu

  49. 49
    S'ther Harefa Says:

    Hi Ninok,pa kabare rek,dah luama ndak ketemu,rupanya dikau masih betah dinegri orang, pa kabar ponaan qu n kenapa masih belum nambah,daku dah kangen pengen ketemu,daku lg iseng buka krn K Ellen br brth,sementara ne daku lagi nyasar di Medan tdk tau lg setelah ini mo di kemanain lg, Nok kl kamu balik beritahu ya,kmrn kami sempat ngumpul di Mdn,seru banget,mudah-mudahan kita sempat ketemu ya coz daku bisa saja nyasar lagi hehe key I.Sara salam qu u A.Sara n byk sayang u ponaan qu,GBU

  50. 50
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Pak Domi Hulu,

    selamat dan sukses untuk Bapak dalam mengejar cita-cita hingga ke jenjang Ph.D. yang saat ini sedang ditempuh. Jurusan Bapak sangat menarik dan penting.
    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

    Halo Esthaa,
    hadia duria?
    Trims sudah mampir.
    Beberapa kali ke Medan, namun saya hanya numpang lewat.
    Ponakan sehat-sehat selalu n sifatnya mirip sama si Tante.
    Sukses selalu, ya.

    Ninok.

  51. 51
    S'ther Harefa Says:

    Allow (lg) kapan kelarnya disana Nok,moga dikau selalu sukses ya Nok n jagan menyerah m’hadapi berbagai kendala,dapat salam dari Vredi,Kuang,Yanti,Septinus,Liong,Devi,Sui Mei,Markus Lase,kapan kita reuni katanya, n dikau dapat salam sayang dr my kids Theo n Cindy u Tan Ninok n adik Sara jg Om A. Sara

  52. 52
    Arlin Hulu ( GOMO ) Says:

    Yaahowu fefu,khususnya buat tante Noni dan Bapak Ir.Restu jaya Duha.yang telah mebangkitkan hati kami muda-mudi Nias dimana saat kami membuka Situs Yaahowu Khususnya penulis Buku Tentang Nias.saat aq Buka sangat penasaran gimana bisa ada penulinya? kata hatiku bertanya? sat aku buka ternyata mataku yang sedah besar penglihatan inngin buka lebar lagi untuk tau kedalamanya Pengetahuan sang Putri Nias tersebut.diman selama ini khusunya Putri Nias sangat di batasi untuk mendapatkan Namanya meraih Sebuah Cita-Cita diman kerena ekonominya tudak mendukung maka yg di lanjutkan adalah hanya Putra Nias saja Makanya Putri Nias sangat ketinggalan namanya Pengalaman Baik Kemajuan Maupun Sekolah.wl diantaranya masih ada yg org tua yg mampu menyekolahkan putrinya.tp yg terutama putra.Kadang aku menangis bila aku renungkan kata itu, knp rupanya dengan Putrinya???apa Putri bukan Ank dari pada org tuanya,atau Putri hanya di lahirkan bgt saja dan tidak ada Gunanya?apa hanya Putra lah yg membuat bisa ada keturunan dan bisa ada kemajuan??Bukan kah itu semua sama??oky lah bila tak mamu dengan Ekonominya tp paling tidak di perhatikan.saat aq baca Tulisan Tante Noni membuat hatiku bangga dan semangat walau aq hanya Tamatan SMP aq bisa memahami,dan menyimak kata Tulisan tersebut.sebenarnya bukan org tuaku yg tidak mampu untuk menyekolah kan aku tp karena aku tidak mau jadi beban org tua saja krn hanya paspasan saja. aq sdh merasa puas dengan yg telah aku terima hingga aku bs Tamat SMP.tp bukan aq baca Tulisan itu aku pingin lagi sekolah tidak.tp paling tidak hanya bs ikut serta dan sebagai pembuka mata hati kita khususnya org Kita NIas.dan juga dengan mewujudkan cita cita tentang kemajuan daerah kita.itu semuanya sangat berguna dan bermanfaat buat kami2 (kita) yg membaca tulisan ini.serta membangkitkan semangat kami yg muda2 masih.dan satu permintaan ku buat kita2 semua walau kita jauh di Mata pulau kita “tetap” Kita ingat”PULAU NIAS TERCINTA” pulau yg sangat Indah wala seindah Pulau yg kita Injak tp Tak Seindah Kepunyaan kita Yaitu “PULAU NIAS”.marilah kita raih dan kita dukung semua keeinginan hati kita khususnya Anak Nias.bila pemerintah tidak membutuhkan kami yg kecil ini kamu tidak melawan tp mendoakan semoga kebersamaan semakin ada dan, kami semakin menjunjung nama baik PUlau KIta “PULAU NIAS”dimana pulau kelahiranku dan tanah pusakaku yg membesarkan aku yg memberi aku akan ada segalanya.dan modal satu2nya buat kita Anak Nias adalah.Tuhan kita andalkan dalam setiap keinginan kita diman Tanpa Kasih Dan Campur Tangan-Nya semua tidak bisa tercapai.dan satu hal lagi yang akumohon pada kita jika ada yg membincangkan namanya Pulau Nias di katakan Pulau Nias bgn sangat terhina Itu salah.Justru terbalik Nias Sangat Berharga di mata Tuhan dan di mata kita Anak Nias.khusunya pribady saya”Saya Bangga jd Putri NIas”dimana banyak kelebihannya diantaranya: banyak tempat pariwisatanya,banyak peninggalan2 jaman dahulu kala,yah masih belum ketinggalan dengan daerah lain.serba ada semuanya.tp itu semuanya ada krn di karuniakan Olh TUHAN.maka kita harus syukur semua berkat-Nya pada PUlau kita.dan saya tak lupa berterimakasih buat Tante Noni dan Bapak Ir.Restu Jaya Duha dimana dengan menuliskan buku tentang pulau kita Nias membuat hati kamu gairah dan cenderung serta semangat kamu bangkit untuk mengingta keindahan pulau kita Nias.biarlah rencana untuk Pulau kita NIas dapat tercapai walau makan Jangka Panjang BIsa tercapai.KItalah yg membangun daerah kita dan kitalah yg menjunjung Pulau kita sebab itu sudah tanggung jawab kita.kita harus banyak berdoa dan memohon agar pulau kita semakin hari semakin indah dan di perhatikan olh pemerintah hanya kerana Tuhan.sekali lagi aku Bangga jadi “Putri NIas”Thanks ya sebenarnya aku ga bs memberi masukan ini tp aku hanya Bangga saja dan sangat berhutang bila aku tidak Mengucapkan Kebanggaan ku sbg Putri Nias.Dari Arlin Di Batam (GOMO)TUhan meberkati KIta semua.

  53. 53
    Yusgo Says:

    Long live eduation

  54. 54
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Esthaa,
    wah, senang sekali mendengar kalau teman-teman sudah sering reuni, sepertinya bakalan kumpul lebih banyak lagi di M&,ya. Terima kasih untuk salam dan semangat dari kalian semua, saya n keluarga jadi bertambah semangat pula. Salam hangat buat Veredi, Kuang, Yanti, Septinus, Liong, Devi, Sui Mei, Markus dan khusus untukmu sekeluarga. Semoga kita bisa bertemu segera.
    Salam, Ninok.

    Ya’ahowu Ibu Arlin (GOMO),
    secara khusus saya sangat berterima kasih, karena Ibu Arlin sudah berupaya untuk mengunjungi situs Ya’ahowu ini, serta terlebih-lebih telah meluangkan waktu untuk mengirim pendapat dan komentar. Saya sangat senang dan berbangga bila kemungkinan untuk menuangkan pendapat secara lisan dan tulisan boleh terus dikembangkan. Menulis dan berpikir tidak bisa diperoleh dari bangku sekolah setinggi apa pun kecuali dari asahan pengalaman dan ajakan belajar dari kebijaksanaan nilai kehidupan sehari-hari.
    Tidak ada yang bisa mengubah dan meningkatkan sesuatu kemampuan dari diri kita, kecuali karena keputusan pribadi untuk maju terus. Pendidikan SMP bukan halangan untuk tidak membuat Ibu Arlin maju meraih cita-cita, namun pasti tidaklah mudah dan pasti penuh pengorbanan. Ini persis dialami oleh semua perempuan, dari berbagai macam kalangan dan latar belakang, bila ingin meraih cita-cita dan impian.

    Salam hangat dari Karlsruhe-Jerman,
    Noniawati Telaumbanua

  55. 55
    Indri-TK'91 Says:

    Syallom, Noni!
    Senang bisa baca tentang kamu. Masih ingat Serpong?
    Ternyata Tuhan pakai Noni luar biasa….
    Terus berjuang!
    Kapan nih bisa kumpul sesama POMITI?

  56. 56
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Halo Indri,

    apa kabar? Trims sudah mampir di situs Ya’ahowu. Tentu saya masih ingat dikau dan Serpong. Sekarang tugas dimanakah? Boleh nih, kalau ada acara kumpul-kumpul POMITI, semoga bisa ikutan gabung.
    Dimana saya bisa hubungi Indri? Alamat kontak saya melalui redaksi situs, ya.
    GBU,
    Noni.

  57. 57
    Edison Zai Says:

    Ya’ahowu…!
    Salam kenal kpd putri nias yg brani tampil ke depan,’Noni Telaumbanua’ yg menulis buku tentang,’Tanö Niha’ smoga makin sukses. teringat juga Saudara, rekan lama saya Pak Restu Jaya Duha, slamat bertugas, saya sdh pindah tugas dari Helezalulu Lahusa dan skarang menetap di Lolofitu Moi, NiasTengah (Nisteng).
    YA’AHOWU FEFU ONO NIHA…!

  58. 58
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Pak Edison Zai,

    Saohagölö sudah berkunjung ke situs Ya’ahowu. Selamat bertugas di Lölöfitu Moi. Sukses selalu buat Bapak.

    Noniawati Telaumbanua

  59. 59
    Otenieli Daeli Says:

    Salam buat bu Noni T.

    Saya sangat senang mendengar dan melihat bahwa mulai banyak orang Nias yang jadi penulis. Di Gramedia atau toko-toko buku terkenal di Indonesia kita dapat menemukan beberapa buku yang penulisnya orang Nias. Lebih senang da bangga lagi ketika melihat di situs Ya’ahowu ada nama Putri Nias, penulis buku tentang Nias.

    Apakah bu Noni ini alumni SMA St. Xaverius Gusit angkatan 90? Kalau benar berarti Anda kakak kelas saya. Saya angkatan 91. Saya hanya mengingat satu peristiwa seandainya dugaan saya benar, yaitu ketika ada Studi Tour SMA St. Xaverius ke SMA St. Thomas Medan, dan Anda salah seorang pesertanya. Saya juga ikut. Sebelumnya saya mohon maaf kalau saya salah. Seandainya dugaan saya salah, salam kenal aja dari jauh sebagai orang Nias. Sekarang saya di Filipina mau melanjutkan studi juga. Selamat melanjutkan perjuangan. Ya’ahowu.

  60. 60
    Sukemi Harefa Says:

    Salam kenal aja buat ibu Noni Telaumbanua. Saya dari kecil bercita-cita menjadi seorang penulis profesional seperti ibu. Dengan mengenal ibu melalui cyber media, semoga dapat menjadi sumber inspirasi bagi saya untuk mengembangkan bakat menulis dalam diri saya. Selamat ya buat ibu, semoga melalui karya ibu putri Nias dapat menjadi sumber motivasi bagi perempuan yang lain di Nusantara ini. Hidup Putri Nias.

  61. 61
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Yth.Bapak Otenieli Daeli di Filipina,

    salam juga dari kami tim redaksi dan terima kasih sudah berkunjung di Situs Ya’ahowu.
    Saya alumni dari St. Xav. Gunungsitoli dan ikut serta di program studi banding ke Medan. Bila Bapak angkatan 91, maka Anda masih kakak kelas saya.
    Silakan melihat situs alumni di: http://alumni-xaverius.zai.web.id/

    salam sukses selalu,
    N. Telaumbanua

    Yth. Bapak/Ibu Sukemi Harefa

    salam kenal juga ya dari jauh. Saya turut mendukung bila Bapak/Ibu tertarik untuk menulis. Dengan menulis sesering mungkin, pasti kemampuan untuk menulis dan menuangkan ide semakin terasah. Adapun saya belum menjadi penulis profesional, karena skala tulisan dan media tulisan saya masih seputar lingkup terbatas.
    Tap semangat untuk menulis dan kami tim redaksi menunggu hasil karya Anda.

    salam,
    N. Telaumbanua

  62. 62
    Otenieli Daeli Says:

    Terima kasih atas tanggapannya. Semoga ke depan kita bisa berdiskusi lagi. Ya’ahowu

  63. 63
    Ginny L.Moningka,ST Says:

    hai,saya bkn salah seorang Putri Nias,tp saya sdh merasa sebagai putri nias walaupun hy krng lbh 8 tahun masa kecil saya lalui di nias, dan smp saat ini kerinduan saya untuk kembali ke nias sangatlah besar.Noni (kakaknya Eka kan)?
    sukses ya,semoga makin banyak karyanya.dan harapan terbesar adalah bisa kembali ke nias bertemu dng sahabat2 yang menyimpan kenangan yang tak bisa terlupakan.buat teman2 yg msh ingat saya, salam sayang deh…..GBU

  64. 64
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Halo Ginny,

    it is very surprise. Terima kasih sudah berkunjung ke situs Ya’ahowu. Benar, saya kakaknya Eka (RIP) dan Dian tugas dokter di Medan.
    Ada dimana sekarang? Bagaimana kabar Bapak dan Ibu serta Yorry? Apakah Bapak masih bertugas melayani atau sudah pensiun?

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

  65. 65
    sukemi harefa Says:

    Terimakasih atas respon Ibu Noni. Saya bangga karena putri Nias seperti Saudara bisa menembus Eropa untuk menuntut ilmu berbekal intelektual yang dimiliki.
    terus berjuang, jangan pernah menyerah. Dan apa yang terbaik diJerman kalau boleh dibawa ke Nias.
    Gw mau nanya ni..!! Gimana caranya kalau gw punya niat menulis artikel, gw kirim lewat apa. Terus gimana caranya biar dipublikasikan. Maaf yang mengganggu.

  66. 66
    Redaksi Says:

    Pak Harefa yang baik,

    Tulisan dapat dikirim ke Redaksi Situs Yaahowu dengan alamat: nias.online@gmail.com.

    Tulisan bisa menyangkut apa saja dalam cakupan topik-topik sajian situs Yaahowu (lihat sebelah kiri halaman ini).

    Salam,

    Redaksi

  67. 67
    liena Says:

    Halo Noni…Yaahowu

    Saya bisa bukan putri Nias, tapi saya sudah kelahiran dan besar di Nias, sekarang saya kerja di LSM konsern dibidang Perempuan dan Anak dan kebetulaan LSM tempat saya kerja ada buka wilayah kerja di Nias.

    Saya bangga juga ada wanita Nias yag seperti anda untuk membuka cakrawala masyarakat Nias, cuma yang masih menjadi pertanyaan saya mengapa yaa masyarakat Nias, khususnya perempuannya masih tetap tidak bisa untuk membuka suara khususnya dalam keluarga. Apalagi dalam hal Adat, karena LSM tempat saya bekerja selalu menghadapi kendala ketika akan mencoba membantu perempuan/istri dalam menyelesaikan masalahnya.

    Apakah hal ini masih terkait dengan jumlah jujuran yang masih mendominasi kedudukan perempuan dalam keluarga, saya sangat mengharapkan Noni bisa membuat tulisan mengenai hal tersebut mengingat Nias untuk angka kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) termasuk tinggi di Sumut dan tidak terpublikasi. Karena saya selalu prihatin jika melihat perempuan Nias walaupun sudah bekerja tetap tidak bisa menentang keputusan suami atau keluarganya, mungkinkah Noni memuat tulisan mengenai hal tersebut?

    Dan satu hal lagi mengenai anak di Nias pun sangat memprihatinkan karena masih banyak anak Nias khususnya yang didaerah tidak mengenyam pendidikan minimal SD, apakah ini tidak menjadi pengaruh dalam upaya pembentukkan Prop.Tano Niha nantinya, karena untuk membentuk suatu propinsi bukan hanya dari SDA tapi juga SDM yang memadai.

    Karena saya sering melihat bayak remaja Nias yang menjadi bruh di Batam/Pkn Baru tanpa mempunyai pendidikan dasar. Bukan hanya di Btm/Pkn Baru tapi juga di Medan banyak sekali saya jumpai pemuda/i Nias yang jadi pembantu di rumah makan chinnese food. Sebab saya pikir bahwa Nias punya SDA yang sangat subur dan jika dibandingkan dengan Bali mungkin saja Bali kalah untuk potensi SDA.

    Saya berharap Noni bisa berjuang melalui satu buku untuk perempuan dan anak Nias yang keadaannya sangat memprihatinkan jika dilihat secara riil,dan bisa melakukan realisasinya dengan masyarakat Nias terutama kepada para pejabat daerah karena saya yakin Noni bisa melakukan itu sebab Noni adalah salah satu putri Nias yang sukses di negeri orang dan bisa membawa kesuksesan itu ke daerah sendiri.

    Thnx, GBU

    Yaahowu

  68. 68
    Redaksi-Katitira Says:

    Yth. Pak Sukemi Harefa dan semua netters yang telah mengirimkan mail ke redaksi,

    sekali lagi terima kasih banyak untuk kunjungan di Situs Ya’ahowu. Sumbangan tulisan dari Ibu, Bapak dan rekan-rekan sekalian tetap dinantikan oleh kami semua tim redaksi.

    Yth. Ibu Liena,

    Ya’ahowu,
    terima kasih sudah mengirimkan pesan di Situs Ya’ahowu.
    Sayang sekali kami tidak mendapat info memadai mengenai Ibu dan tempat Ibu bekerja.
    Tema yang Ibu Liena maksudkan, telah banyak dipublikasikan baik secara lokal, nasional maupun internasional. Saya dan tim redaksi sangat senang bila Ibu Liena turut menyumbangkan opini dan temuannya dalam bentuk tulisan ke Situs Ya’ahowu.
    Kaum perempuan dimana saja berada dan darimana saja asalnya pasti memiliki tantangan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tingkatan dan fungsi tugas sosialnya.
    Sebuah saran untuk Ibu Liena yang bekerja dan konsekuen di bidang perempuan dan anak, diperlukan adanya konsep dan visi murni yang mendukung dan memperkuat kehidupan keseharian perempuan yang datang berkonsultasi. Seyogianya kaum perempuan Nias sebaiknya tidaklah digiring untuk menentang situasi dan budayanya setempat, melainkan didorong untuk untuk berperan aktif, berpartisipasi menyaring apa yang baik, didorong untuk menunjukkan etos kerja sebaik mungkin, didorong untuk setia dalam hal-hal sepele dalam kehidupan kerja sehari-hari dan diberi pengertian untuk mengabdi dengan tulus, tetapi tanpa lupa untuk didorong memikirkan masa depannya. Mengingat tingkat pendidikan mayoritas kaum perempuan di Nias belumlah memadai dan siap bersaing, hal ini bisa saja sebagai salah satu akar masalah. Tidaklah mudah menjangkau semua kaum perempuan di seluruh Kepulauan Nias untuk bisa mengejar pesatnya era globalisasi. Kata “menentang” (seperti yang Ibu tuliskan di atas:”Karena saya selalu prihatin jika melihat perempuan Nias walaupun sudah bekerja tetap tidak bisa menentang keputusan suami atau keluarganya, mungkinkah Noni memuat tulisan mengenai hal tersebut?”) dalam konteks budaya Nias sudah merupakan satu celah yang membuat masalah perempuan di Nias tidak akan selesai-selesai. Banyak waktu akan terbuang percuma karena dipakai hanya untuk menentang lingkungan dan budaya sendiri, tetapi malah mungkin tidak memberikan satu hasil yang elegan. Sering malah kaum ini nantinya ditinggal begitu saja tanpa pendampingan dan dukungan. Sejauh pengamatan saya, kaum perempuan Ono Niha yang punya tekad, siap untuk mandiri, berdikari, berjuang mengejar ketertinggalan dan bertujuan untuk memperbaiki hidupnya, pasti sudah realistis dan tanggap untuk perbaikan selanjutnya di luar dirinya.
    Saya sangat berbahagia karena Ibu ada dalam posisi yang konsekuen terhadap kaum perempuan dan anak.
    Salam dan sukses selalu buat Ibu.

    Noniawati Telaumbanua

  69. 69
    vitas Says:

    ya’ahowu
    kenalkan nama saya vitas. sekarang aktif di salah satu lsm lokal base di nias.Ketika saya membaca profil bu noni di situs ini, adrenalin saya ikut terpacu untuk berbuat sesuatu yang positif untuk tano niha. Tadi saya baca judul-judul buku yang bu noni sudah dokumentasikan dan saya tertarik untuk membacanya. bagaimana caranya saya untuk mendapatkannya?
    Oh ya bu noni, saya punya impian setidaknya saya bisa hasilkan satu karya tulis tentang nias. kendalanya adalah saya sangat susah untuk memulainya. adakah tips dari ibu noni supaya impian ini bisa terwujud?

    thanks and Gbu

  70. 70
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Bu Vitas dan kepada rekan-rekan lainnya yang menanyakan hal senada,

    bila susah memulai,
    maka tidak akan pernah dimulai,
    karena memang tidak ingin memulainya
    dari diri sendiri…

    Ada satu situs yang mungkin bisa membantu rekan semua:
    http://www.thedreammovie.com/
    Situs ini bukan untuk promosi, karena saya tidak ada kaitan dengannya, tetapi makna filosofi mengenai “memulai”
    mungkin bisa membantu siapa saja.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

  71. 71
    vitas Says:

    Terimakasih ya bu Noni atas saran dan websitenya. Btw, jangan panggil saya ibu ya, karena saya adalah seorang pria. Sekali lagi terimakasih.

    Salam
    Vitas

  72. 72
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Pak Vitas,
    terima kasih atas infonya. Sukses selalu buat Bapak dalam tugas di LSM.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

  73. 73
    yosa telaumbnua Says:

    SYALOMM…..

    Halo kak noni!!!!!
    apa kahabar…….

    Nama saya Yosa Telaumbanua saya sekarang sedang study di Universitas Sumatara Utara. Medan…

    OHHHH ya!!!!!!!!!!!

    Saya mau nanya satu hal nich kak!!!!!!!!!!
    Jujur nich sampe sekarang nich saya ngk bisa bahasa nias sepeser pun!!
    Kadang saya malu kalo jumpa ama teman2 orang nias n mereka pake bahasa nias. Saya jadi bingung mau bicara apa!. Kadang saya malu, kok! orang nias ngk tau bahasa nias.Serba salah dech!!!!. Sekarang umur saya sudah 20 thn. Gimana donk solusinya??????????

    ALANA SAMPE SEKARANG NGK ADA YANG MAU NGAJARI SAYA BAHASA NIAS,

  74. 74
    jimmy Says:

    Ya’ahowu kak noni.
    salam kenal kak.
    kak pertama tama saya ucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Eka. kalau saya boleh tau Eka alm meninggal karena apa?
    kak…saya dulu pernah tinggal di nias selama 3 tahun.
    nias sudah jadi bagian dari hidup saya kak. banyak kenangan indah masa kecil saya disana.
    saya dulu sdnya di sd mutiara kak ( dari kelas 1 sampai kelas 3 ). saya teman kelasnya ginny moningka dan eka alm.
    kak…sewaktu eka alm kelas 3 sd…. kakak kelas berapa?

    sukses selalu ya kak..
    jimmy

    ps.
    kakak punya email address? kalau ada kirim ke email saya ya..
    matasiwa@yahoo.com

    terimakasih kak.

  75. 75
    ariel telaumbanua Says:

    ya’ahowu kak..

    perkenalkan, saya ariel anaknya ama ari tel (perwira telaumbanua)..

    kak, saya terkesan dengan perhatian kakak kpd tano niha..
    bagi saya yang tidak pernah tinggal di nias langsung (saya tinggal di jkt dan sesekali saja pulang ke nias), pastinya butuh critera2 spt yg kakak buat (tp saya rasa tidak hanya saya yg butuh)..hehe..
    memang kl bukan ank2 nias, siapa lg yg bisa meneruskan tentang nias ke luar nias??!!…

    kak, apakah buku2 yg kaka tulis itu dipublikasikan??

    oh ya kak..
    papa titip salam untuk kakak dan keluarga..
    papa sa’a juga (ama pembaharuan telaumbanua) jg titip salam untuk keluarga khusus ny untuk abng restu…
    maaf nih kak jadi kaya ajang titipsalam…hehehe

    JBU kak…
    smoga sukses untuk studi nya….

    salam kenal,
    ariel telaumbanua

  76. 76
    Noniawati Telaumbanua Says:

    Ya’ahowu Yosa Telaumbanua dan Jimmy,

    saya telah kirim pesan di sini untuk kalian berdua, tapi tidak tercantum ya. Kalau mau belajar bahasa Nias ya langsung ke Ono Niha-nya.

    Ya’ahowu Akhigu Ariel Telaumbanua,
    salam kenal, ya. Hadia duria? Saya senang sekali menerima pesan ini. Terima kasih banyak atas salam dari ortu dan juga dari Pa Sa’a. Sampaikan salam dari kami sekeluarga buat beliau-beliau, ya. Salam juga untuk sepupu2 yang lain, seperti Ruth, Bang Uan, Bang AB dan semuanya.
    Buku-buku bisa di dapatkan di Museum Pusaka atau di Bandara Binaka, Gunungsitoli. Maklum karena tempat tinggal saya sementara ini jauh, saya tidak bisa mengirim per paket pos, kecuali bila saya telah berada di Nias.

    Salam,
    Noniawati Telaumbanua

  77. 77
    ginny Says:

    aduh,senang sx ketemu lg walau cm di dunia maya
    skrng sy sdh pns,yorry bk usaha rumah makan,dan mama papa msh tugas jg.papa sdh bbrp kl ke nias,bahkan thn ini sktr bln juli ke gusit,ada pelayanan KKR.
    sukses ya….
    email aku.moningkaginnyl@yahoo.co.id

  78. 78
    DIKA ZAI Says:

    Wow,,,,,,,,
    contoh anak nias yang luar biasa. Aku rindu untuk jadi seperti kakak. bisa study di LN, dan menghasilkan banyak prestasi. Kagum deh. Mohon dukung dalam doa ya kak. Aq lagi berjuang tuk dapat PTN/Stan thn ne n jadi orang berhasil kelak.
    Biar kita bisa sama-sama bangun Nias tercinta. Aq sangat rindu jadi berkat buat Nias,keluarga,dan bangsa. Salam kenal buat kakak. GBU

  79. 79
    Yovita Fau Says:

    Hallo noni apa kabar?
    Maju terus moga-moga dengan niatnya yang baik diberikan jalan yang terbaik, GBU. Melalui ini kirim salam buat : Hasrat Ziliwu (Lahewa) Sui Mei, Silvia, Helena Dachi, Yenni, Susan (yang pinter buat kue) anak IPS semua. Sekali lagi Hidup Putri Nias ….. NONI TELAUMBANUA

  80. 80
    rudyharianja Says:

    Ya’ahowu, sebagai salah seorang putri Nias, Bu Noni tentu sadar betul bahwa kondisi masyarakat di Nias perlu mendapat ‘dorongan’ dari semua pihak yang terkait sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat sederajat dengan masyarakat lainnya di Indonesia. Tulisan merupakan ‘senjata’ yang ampuh untuk membuka cakrawala pikir yang rasional. Teruslah menulis dan berbuat. T.Dalam 28 Oktober 2009.

  81. 81
    Dige Says:

    Yaahowu, Salam Kenal Buat Ibu Noni Telaumbanua.

  82. 82
    fadli Says:

    Ya’ahowu bu Noni Telaumbanua
    salam kenal, nama saya fadli. saya ingin meminta bantu pada ibu, bisakah saya mendapatkan buku “Öri Ba Tanö Niha”? sebab saya sedang meneliti tentang ori sebagai bahan skripsi saya. kalau bisa, kira-kira dimana saya bisa mendapatkan buku tersebut.
    atas perhatian dari ibu saya ucapkan banyak terima kasih. Ya’ahowu..

  83. 83
    Rita Telaumbanua Says:

    Membanggakan sekali apa yang telah dilakukan oleh Bu Noni ini
    Teruskan perjuanganmu bu
    Gbu

  84. 84
    Sam Gulo Says:

    Turut berbangga dgn Ibu Noni, seorang putri Nias yg bisa kuliah di Jerman. Yg lebih membanggakan lg yakni bhw Noni seorang yg berbakat menulis, khususnya ttg Nias. Kita harapkan Noni bs menjadi seorang penulis profesional. Di Nias byk jg penulis, tp sayang tdk berkualitas dan tdk profesional, mis suka mendiskreditkan pihak lain, atau pun hanya suka melihat sisi negatif pd golongan/agama lain, tanpa data-data/bukti-bukti akurat. Memang gampang melihat ‘balok’ di mata sesama sementara ‘balok’ di mata sendiri tdk dihiraukan. Keluarkan dulu ‘balok’ di matamu baru bisa melihat sesamamu/org lain dgn jernih. Tulisa2 di Nias Online, byk kita temukan hal2 seperti itu. Saya yakin, Ibu Noni sbg seorang cendekiawan dan pemikir, bisa
    keluar dari situasi seperti itu. Proficita Ibu Noni..!!!

  85. 85
    Edy Says:

    good luck buat Ibu Noni..
    dan juga buat NiasOnline..

    artikel dan perjalanan karir ibu sangat memukau, yang tadi nya saya galau sekarang jadi happy, setalah melihat sosok Ibu Noni dan kemampuan nya dalam menulis, semoga terciptalah penulis handal edisi berikutnya…
    satu hal dari saya adalah, memulai. memulai sangat sulit tapi tunggu di hasil nya ?percayalah beribu orang berbondong menemui kita ketika kita berhasil, dan ketika kita gagal? beribu berita akan mempermalukan kita. hingga ada orang yang diam untuk berbuat dan takut untuk mencetus karena pemikiran yang berbeda.tapi Untuk Ibu noni sudah Bravo

  86. 86
    Hida Hura Says:

    Senangnya ada orang nias yang mau membangun nias dalam hal membukukan tentang nias.
    Buku-bukunya ada pusatnya di medan gak?

  87. 87
    Merry Christina Zalukhu Says:

    proud of you, dear sister… 🙂

  88. 88
    Teguh Vide Says:

    jayalah pulau nias kuu

  89. 89
    Fidelis Gulo Says:

    Mlm Ibu noni minta tlng buku-buku tentang pulau nias kami bsa mendapatkan nya dmna Ibu krna kami sangat butuh buat bahan n sumber skripsi saya mksh Ibu…..

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031