Medan (SIB)
Yayasan Purna Juang yang diketuai H Silitonga purnawirawan TNI-AD sebagai Ketua Harian menerangkan sebagai berikut:
Setelah memperhatikan usulan-usulan dari berbagai elemen masyarakat khususnya di masyarakat Sumatera Utara, kami Keluarga Besar Pejuang Kemerdekaan yang tergabung dalam Yayasan Purna Juang Ex Sub Territorium VII Tapanuli-Sumatera Timur Komando Sumatera, ikut mendukung Pembentukan Propinsi Tapanuli agar segera terwujud.
Hal ini kami kemukakan adalah dengan memperhatikan fakta sejarah, di mana daerah Tapanuli adalah merupakan basis utama perjuangan Kesatuan Sub Territorium VII Komando Sumatera bersama dengan rakyat dibawah pimpinan Kolonel AE Kawilarang pada masa Perang Gerilya tahun 1948-1949 Agressi Militer Kolonial Belanda ke II” sampai dengan Pengakuan Kedaulatan oleh Pemerintah Belanda kepada Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.
Dapat kami jelaskan bahwa susunan formasi Struktur Pertahanan Komando Sub Territorium VII terdiri atas 5 Sektor yaitu: Sektor I meliputi daerah Tapanuli Selatan dan Sumatera Timur Selatan-Asahan dan Labuhan Batu berbatasan dengan Riau dan Sumatera Barat dipimpin oleh Mayor Bejo dan Kapten Manaf Lubis (kemudian hari menjadi Panglima KODAM II/BB). Sektor II meliputi daerah Tapanuli Utara dan daerah Simalungun terus ke Deli Serdang yang pada waktu itu dikuasai Negara Sumatera Timur (NST) bentukan Belanda berada di bawah pimpinan Mayor Liberty Malau dan Kapten Junus Samosir (kemudian hari menjadi Deputi KABAKIN dengan pangkat Mayjen). Sektor III meliputi daerah Dairi dan daerah Karo Selatan berada di bawah pimpinan Mayor Selamat Ginting dan Kapten Ulung Sitepu. Sektor IV meliputi daerah Tapanuli Tengah berbatasan dengan Aceh, termasuk Pulau Nias berada di bawah pimpinan Mayor Maraden Panggabean (kemudian hari menjadi Menhankam/Pangab, mantan Menko Polkam, mantan Ketua DPA selama 2 periode dan pangkat terakhir Jenderal).
Sektor “S” (Samudra) meliputi daerah Pantai Sibolga-Sorkam-Barus sampai batas Aceh dan batas ke Sumatera Barat, dipimpin oleh Letkol (P) HP Simanjuntak (mantan Panglima KODAMAR II di Tanjung Pinang. Dengan memperhatikan luasnya basis perjuangan sub Terr VII di atas, maka sangatlah wajar apabila seluruh daerah Komando Ex Sub Terr VII dapat dijadikan menjadi Propinsi Tapanuli. Berarti masyarakat Sumatera Utara telah mewujudkan penghargaan tertinggi terhadap para Pahlawan Bangsa yang berjuang merebut dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.Seperti diketahui pada tahun 1950 Kolonel AE Kawilarang diangkat menjadi Panglima yang pertama di Sumatera Bagian Utara (KODAM I/BB).
Banyak pejuang Kemerdekaan dari SubTerritorium VII yang berhasil dan berbobot Nasional antara lain Jenderal Maraden Panggabean, Washington Siahaan mantan Deputi II KSAD, Letjen Ibrahim Ajie, Mayjen Teuku Hamzah, Letjen Rivai Harahap, Mayjen Parwis Nasution, Mayjen August Marpaung, Mayjen Junus Samosir, Mayjen AE Manihuruk, Brigjen Sudirjo, Brigjen MT Situmeang, Brigjen Marjans Saragih, Brigjen Manaf Lubis dan yang lain-lain.Demikian penjelasan Ketua Harian Yayasan Purna Juang Eks Sub Territorium VII Tapanuli-Sumatera Timur Komando Sumatera, Perwakilan Sumatera Utara. (Rel/h)Medan (SIB)
Sumber: Hariansib Online, Senin, 20 Maret 2006
Facebook Comments