Kepala Depot Pertamina Gunungsitoli: Pemerintah Kurangi Jatah Minyak Tanah

Tuesday, March 21, 2006
By susuwongi
Nias (SIB)
Beberapa minggu terakhir ini, minyak tanah sulit diperoleh di Nias, kalaupun ada harganya melebihi ketetapan pemerintah. Harga minyak tanah di pangkalan untuk Gunungsitoli Rp 2.250/liter dan di tingkat pengecer Rp 2.500/liter tetapi sulit diperoleh.Kepala Depot Pertamina Gunungsitoli Supriadi yang dihubungi SIB, Senin, di ruang kerjanya mengatakan, sulitnya minyak tanah di pasaran, karena pemerintah mengurangi jatah untuk Nias. Untuk bulan Maret 2006 pemerintah hanya menyediakan minyak tanah untuk 23 hari.
Supriadi mengaku tidak tau alasan pengurangan jatah. Pihaknya hanya melaksanakan perintah. Apakah tidak seharusnya pemerintah menambah jatah karena manusia bukannya semakin berkurang, tapi sebaliknya bertambah? Supriadi mengatakan seharusnya begitu, namun ia menambahkan mungkin agar masyarakat berusaha menghemat penggunaan minyak tanah.
Di Nias ada tiga agen minyak tanah, yaitu Jhonson Hutagalung mendapat jatah 10.000 liter/hari, Cailah 12.500 liter/hari, Datuk 10.000 liter/hari, sedangkan untuk Nias Selatan satu agen yaitu Gurui Laia dengan jatah 7500 liter/hari.Ditanya perihal harga minyak tanah yang dijual melebihi ketentuan pemerintah, Supriadi mengatakan, itu tanggung jawab Pengkab untuk mengawasinya.
Pihaknya katanya, hanya menyalurkan sedangkan yang menetapkan dan mengawasinya adalah pemerintah.AntriPembeli Premium di Gunungsitoli setiap hari antri yang panjangnya kadang-kadang mencapai 200 meter. Hal itu membuat masyarakat kehilangan waktu beberapa jam hanya untuk membeli beberapa liter premium. Itu tidak akan terjadi bila Pertamina menambah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum).IOM, salah satu LSM (lembaga swadaya masyarakat) internasional asing menggunakan sedikitnya 200 truk untuk mengangkut barang keperluan pembangunan setelah terjadi gempa di Nias.
Menurut Supriadi, baru-baru ini IOM mendatangi Pertamina, menyampaikan keluhan mereka. Mereka memohon kepada Pertamina agar diizinkan membeli langsung ke Pertamina tanpa melalui SPBU. menjawab itu, Supriadi mengatakan, boleh asal mau membayar dengan harga tanpa subsidi yaitu Rp 5477/liter (premium). Kalau tidak mau harga demikian, silahkan antri di SPBU dengan harga Rp 4500/liter.Menjawab SIB perihal premium di SPBU Gunungsitoli kotor dan diduga sudah bercampur dengan bahan lain, Supriadi mengatakan, kemungkinan tangki SPBU-nya berkarat dan untuk itu perlu dilakukan pembersihan.
Menurut Supriadi SPBU sedikitnya enam bulan sekali harus dibersihkan. Ditanya apakah tidak seharusnya tangki SPBU terbuat dari bahan yang tidak berkarat. Supriadi mengatakan, tidak, asal setiap enam bulan dibersihkan. Tetapi kendalanya SPBU di Nias cuma satu. Pihaknya, katanya dalam tempo enam bulan ini, akan menambah satu lagi SPBU agar antrean pembeli BBM tidak terlalu panjang. Perihal BBM sudah bercampur dengan bahan lain Supriadi mengatakan, untuk kepastiannya harus diperiksa di laboratorium.” Tetapi secara kasat mata premium yang murni jika dituangkan ke lantai tidak meninggalkan bekas dan cepat kering,” katanya. (OLS/i)
Sumber: hariansib online, 20 Maret 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

March 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031