Nias (SIB)

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Nias, Kamis (9/3) mengumumkan hasil akhir perhitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nias 2006 sesuai jadwal semula, dan langsung mengumumkan penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Nias 2006-2011, yaitu pasangan Binahati B Baeha dan Temazaro Harefa yang merupakan calon Nomor 5. Sementara, calon terpilih Binahati B Baeha dan Temazaro Harefa secara terpisah dengan gembira menyatakan pihaknya siap memulai tugas baru dengan menjalin kerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan para (ke-4) mantan pasangan bakal calon (Balon) peserta Pilkda Nias 2006 itu.

Ketua KPUD Nias Sokhiatulo Harefa menyatakan, pasangan Binahati B Baeha dan Temazaro Harefa memperoleh 49.905 suara atau 27,94 persen dari total 178.645 suara sah yang diperebutkan lima pasang kandidat pada Hari-H Pilkada Nias 28 Februari lalu. Posisi kedua diraih pasangan Nomor 3 (Drs Sylvester Lase & Zemi Gulo SH) dengan perolehan 44.244 suara atau 24,77 persen dari total suara sah. Posisi ke-3 pasangan No 1 (Drs Sokhiatulo & Sanudin Zebua SH) dengan 38.994 suara atau 21,83 persen, pasangan Nomor 2 (Drs Arkian Zebua & Martin Luther Daeli SE Msi) pada posisi ke-4 dengan perolehan 27.791 suara atau 15,56 persen, lalu posisi terakhir diduduki pasangan Nomor 4 (Agus Herdian Mendrofa & Drs Bastian Zebua) dengan perolehan 15.557 suara atau 9,92 persen.

“Pasangan kandidat Binahati B Baeha & Temazaro Harefa akhirnya terpilih sebagai Bupati & Wakil Bupati Nias periode 2006-2011 dengan perolehan 49.905 suara atau 27,94 persen dari total suara sah dengan lima pasang bakal calon pada Pilkada Nias 28 Februari 2006 lalu. Kita bersyukur Pilkada langsung yang pertama kali dalam sejarah politik di Nias ini berlangsung aman dan lancar, serta kita ucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Nias atas upayanya sehingga situasi pengumuman hasil Pilkada dan penetapan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Nias periode 2006-2011 berlangsung sangat aman. Satu hal lagi, mari kita sadari dan terima bersama bahwa terpilihnya pasangan Binahati B Baeha & Temazaro Harefa untuk memimpin Nias ini adalah atas pilihan rakyat,” ungkap Sokhiatulo Harefa kepada pers di Gunungsitoli, Kamis (9/3) petang.

Dia mengemukakan hal itu seusai rapat pleno terbuka Penetapan Calon Terpilih Bupati & Wakil Bupati Nias periode 2006-2011, berdasarkan SK KPUD Nias Nomor 270/48/KPU-K-N/2006 yang resmi ditandatangani Ketua KPUD Nias Sokhiatulo Harefa SH, bersama para anggota: Drs Yaatulo Halawa, Emmanuel Zebua, Syah Abadi Mendrofa, dan Drs Bezisokhi Laoli. Penetapan Calon Terpilih langsung dilakukan seusai pengumuman hasil perhitungan akhir pemungutan suara Pilkada Nias 2006, karena salah satu pasangan, yaitu Binahati B Baeha & Temazaro Harefa langsung memperoleh posisi di atas 25 persen quota minimal, yaitu 27.94 persen.

Acara penghitungan akhir suara hasil Pilkada Nias 2006 dari ke-19 PPK se-Kabupaten Nias, dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan kronologi berlangsung lancar walaupun sesi-sesi penghitungan suara sesekali terkendala akibat sejumlah petugas atau ketua PPK ternyata tak menguasai prosedur pemaparan atau laporan. Selain akibat kendala sumber daya manusia (SDM) ini, proses acara itu juga tampak terganggu akibat gangguan listrik sehingga agenda baru selesai pukul 19.20 WIB, atau meleset tiga jam dari jam 16.00 yang ditargetkan semula.

Hadir pada acara pleno terbuka KPUD Nias yang mengundang perhatian banyak orang itu para pejabat unsur Muspida Kab Nias: Sekda Drs Faigi Gisokhi Martin Zebua, Kapolres Nias AKBP Untung Sudarto dan Waka Polres Nias Kompol Mursyid Saleh, Mewakili Dandim 0213 Nias Kapten Inf TM Junaidi, Andi Hasaja dari Pengadilan Negeri Gunungsitoli, FH Laoli SH mewakili Kepala Kejari Nias, Ketua Panwaslih Nias Hamdan Telaumbanua, para ketua PPK dari ke-19 Kecamatan, para saksi termasuk saksi Amstrong Harefa SH dari pihak pasangan calon Nomor 5, sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat di LSM-LSM, dll.

Sejak pleno dibuka, seperti dicetuskan Kapolres Nias AKBP Untung Sudarto dan Waka Polres Nias Kompol Mursyid Saleh di tengah-tengah para petugas keamanan di sekitar kompleks dan dalam kantor KPUD, tak sedikitpun tampak gangguan terhadap acara tersebut, walaupun 2-3 hari sebelumnya sempat terhembus isu akan terjadi aksi demo penolakan pengumuman apalagi penetapan hasil Pilkada Nias 2006 itu. Para undangan dan masyarakat yang menyaksikan langsung acara penghitungan dan penetapan itu justru tampak tertib, bahkan sebagian besar sempat menyatakan sikap sangat menyesalkan terjadinya aksi-aksi demo atau unjuk rasa yang dinilai buang energi dan buang uang.
Pada Pilkada Nias ini warga yang menggunakan hak pilihnya mencapai 70 persen, yaitu 178.645 suara sah plus 4.282 suara tak sah, dari total 258.227 orang pemilih yang terdaftar. Hal menarik pada Pilkada Nias 2006 ini, menurut pemerhati politik independen di Nias, Yuliman Zalukhu dari LSM Lembaga Penegak Reformasi & Advokasi Nias (LP-KRAN), dan advokat Agustinus Lase SH dari LBH Nisindo yang juga kuasa hukum KPUD Nias, adalah terjadinya kompetisi ketat pilihan rakyat terhadap dua kandidat potensial bakal calon Bupati & Wakil Bupati Nias 2006-2011, yaitu pasangan Binahati B Baeha & Temazaro Harefa dan pasangan Drs Sylvester Lase & Zemi Gulo SH.

Seperti tampak sejak awal pasca Pilkada, selisih suara antara perolehan pasangan Nomor 5 dengan perolehan pasangan nomor 3, terus tampak saling membayangi antara 4.000-5.000-an suara, dengan selisih akhir 5.661 suara (49.905 vs 44.244). Dominasi basis kemenangan oleh kedua balon ini juga tampak sangat kompetitif sejak perhitungan suara sementara. Pasangan Binahati B Baeha & Temazaro Harefa yang semula unggul pada 11 kecamatan, pada rekapitulasi final akhirnya unggul di 9 kecamatan karena 2 kecamatan ternyata diraih kandidat lain sehingga ke-5 calon pemimpin Nias pada Pilkada 2006 ini memperoleh basis keunggulan sendiri-sendiri, baik basis wilayah, maupun basis massa.

Binahati-Temazaro akhirnya unggul telak di 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Afulu, Bawolato, Gunungsitoli, Gunungsitoli Utara, Lahewa, Lotu, Mandrehe Utara, Namohalu Esiwa, dan Tuhemberua. Sylvester Lase & Zemi Gulo sebagai peraih suara terbanyak kedua unggul di Kecamatan Alasa, Gunungsitoli Selatan, Hiliduho, Mandrehe dan Tugala Oyo. Sokhiatulo Laoli & Sanudin Zebua unggul di Kecamatan Gido, Gunungsitoli Idanoi, Idanogawo dan Lolofitu Moi, sedangkan pasangan Arkian Zebua & Martin Luther Daeli unggul di Kecamatan Sirombu. Sebelumnya, Binahati-Temazaro sempat unggul di 11 kecamatan, sebelum Kecamatan Idanogawo dan Lolofitu Moi di’sabet ‘ pasangan Sokhiatulo-Sanudin.

“Perubahan angka perolehan suara dengan selisih yang saling berbayang antara pasangan kandidat Binahati-Temazaro dan pasangan Sylvester Lase-Zemi Gulo ini, menunjukkan proses Pilkada Nias 2006 ini terbilang 99 persen murni. Selain mayoritas warga ternyata datang menggunakan hak pilihnya, juga hal ini menunjukkan adanya indikasi pencerdasan dan kemajuan partisipasi politik rakyat Nias,” ujar Temazaro Harefa, Wakil Bupati terpilih yang juga mantan anggota Ketua DPRD Nias.
Pasangan Binahati B Baeha & Temazaro Harefa, agaknya sejak awal optimis akan memenangkan kompetisi politik terbuka atau Pilkada Nias yang pertama kali digelar ini. Kepada pers ketika ditemui seusai pengumuman dan penetapan hasil Pilkada Nias 2006 oleh KPUD Nias, dengan tenang Putra Lahewa yang kini merupakan orang pertama yang menjabat bupati dua periode di Nias, menyatakan ada lima yang akan dilakukan sebagai aksi pertama (first action) begitu terpilih dan dilantik sebagai kepala daerah resmi atau Bupati & Wakil bupati Nias periode 2006-2011 dalam waktu dekat ini.

“Karena waktu kampanye saya memperoleh Nomor Lima sebagai nomor berkah, maka ada lima hal yang kami kerjakan bersama wakil bupati terpilih Temazaro Harefa untuk memimpin Nias, yaitu: (1). Bersyukur kepada Tuhan karena kamu berdua telah dipercayakan rakyat untuk memimpin daerah ini, (2) Bekerja untuk menyahuti dan menyikapi semua aspirasi dan harapan masyarakat Nias yang terhimpun selama kampanye, (3). Bekerjasama dengan semua pihak untuk melanjutkan pembangunan Nias dengan skala-skala prioritas yang terprogram, (4) Bergandengan tangan dengan para rekan sesama kandidat atau Balon untuk sama-sama membangun Nias dalam filosofi: Aine Tafaohe Tanga, Boi Tafasobi Ahe, dan (5) Berdoa terus untuk minta kekuatan dari Tuhan plus dukungan masyarakat untuk mewujudkan citra pemerintah yang bersih dan berwibawa (good governance),” papar Binahati B Baeha kepada pers, disaksikan Wakil Bupati Terpilih Temazaro Harefa.

Bersama Kordinator Tim Kampanye Damilik R Gea SH dan Ketua Tim Sukses Amstrong Harefa SH, Bupati terpilih Binahati B Baeha disaksikan Wakil Bupati terpilih Temazaro Harefa, juga menyatakan pihaknya juga akan merangkul segenap pegawai dari kalangan staf maupun pejabat teras lainnya di Pemkab Nias dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. Kepada SIB di rumah dinasnya, Binahati merinci, semua personil yang selama ini sempat terkotak-kotak akibat berbagai hal yang menyangkut adanya perbedaan aspirasi dan persepsi, akan dirangkul dan diajak bersatu dengan komitmen akan melupakan segala masa lalu maupun masalah yang pernah terjadi di antara siapapun. (A14/LZ/l/q/d)

Sumber: Harian SIB Online, 10 Maret 2006
Facebook Comments