Belanda Bantu Yayasan Faliera Bangun Sekolah Kejuruan Senilai Rp. 400 Juta di Nias

Tuesday, February 28, 2006
By nias

Nias (SIB)

Lembaga donatur dari Belanda, Nederland for Recovery Comission (NRC), membantu pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kristen Faliera Gunungsitoli senilai total Rp 400 juta yang akan menampung ratusan siswa-siswi jurusan komputer piranti lunak dan keras pada 10 lokal yang direncanakan dimulai secara fisik pada Maret mendatang.

Ketua Yayasan SMKK Faliera Gunungsitoli Pdt Yohannes L STh bersama Sekretaris Pdt Arozatulo Fakho, menyatakan, pembangunan dan kelahiran SMKK Faliera terutama didasarkan pada kebutuhan lapangan kerja potensial di masa mendatang, termasuk di daerah Nias. Sehingga sekolah ini kelak bermanfaat sebagai lembaga formal pendidikan berbasis komputer lunak maupun keras untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli madya komputer, membuka lapangan kerja baru di bidang perbengkelan komputer, serta meningkatkan jasa publikasi dan komunikasi.

“Sekolah ini (SMKK Faliera Gunungsitoli) dibangun di atas lahan 4.000 meter persegi dengan target 10 lokal, yaitu 4 lokal belajar harian, 1 lokal untuk perangkat piranti lunak, 1 lokal perangkat piranti keras, 1 lokal perpustakaan, dan selebihnya untuk ruang kepala sekolah, ruang guru dan tata usaha. SMKK ini dibangun sesuai kebutuhan mendasar bidang keahlian manajemen informasi dan keahlian teknik informasi mulai tahun ajaran 2006-2007 dengan kapasitas tahap pertama 160 siswa pada 4 lokal, masing-masing 40 siswa,” ujar Pdt Yohannes Leo di Gunungsitoli, Sabtu (25/2) kemarin.

Dia mengutarakan hal itu di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan SMKK Faliera Gunungsitoli, di Desa Miga kawasan Jembatan Buntu Lama. Hadir pada acara itu Kepala Kesbang Nias AA Gulo SH mewakili Bupati Nias, sejumlah tokoh pendidikan dari sekolah swasta khususnya sekolah-sekolah yayasan Nasrani, Iptu Pol Eneti Zebua mewakili Kapolres Nias, Kepala Desa Miga Pdt M Lase STh.
Pdt Yohannes dari pihak yayasan pada acara itu menjelaskan pembangunan dan pengoperasian sekolah itu sebagai sekolah kejuruan akan menganut garis-garis besar pendidikan dan pelatihan yang meliputi kurikulum berbasis kompetensi (KBK/competensy based curriculum), kurikulum berbasis luas dan kuat serta mendasar (broad based curriculum), program belajar berbasis ganda (dual based program) dan perkuatan kemampuan sesuai daya mandiri dalam pengembangan diri. Jurusan komputer piranti lunak pada sekolah ini akan menampung murid pria dan wanita, sedangkan jurusan komputer piranti keras hanya menampung murid pria saja. Saat ini, ujar ketua yayasan itu, pihaknya telah memperoleh 65 unit perangkat komputer.

“Kelak, melalui sekolah (SMKK Faliera) ini akan terbuka lapangan kerja sekaligus tampil tenaga kerja untuk office computer operator, help desk office, programmer slide power point, teknisi support, multimedia network operating, dsb. Selain itu juga akan terbuka untuk peluang teknisi komputer wirausaha komputer, bengkel atau service komputer, instalator komputer dsb,” paparnya sembari menambahkan sekolah itu diharapkan dapat beroperasi mulai tahun ajaran 2006-2007 mendatang.

Sedangkan Bupati Nias melalui Kepala Badan Kesbang AA Gulo SH menegaskan sektor pendidikan di Nias saat ini telah dijadikan sebagai salah satu dari lima sektor prioritas utama pembangunan daerah Nias, khususnya dalam program pembangunan pemulihan melalui proyek-proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai bidang fisik maupun sosial. Selain itu, katanya, keberhasilan pendidikan yang dikelola yayasan sangat tergantung pada sektor disiplin lintas sektoral mulai dari pihak murid, guru dan yayasan sendiri. Dia juga menambahkan agar lembaga pendidikan yang dikelola yayasan harus mengacu pada Undang-Undang tentang pendirian yayasan.

Sementara itu Kapolres Nias melalui Iptu Eneti Zebua menegaskan, agar masyarakat mendukung sepenuhnya proyek-proyek pembangunan termasuk sektor pendidikan. Artinya, proyek-proyek sosial seperti ini jangan dipersulit dengan dalih masalah tanah sebagaimana sering terjadi selama ini.
“Pembangunan sekolah-sekolah termasuk sekolah kejuruan di Nias ini, salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi tantangan sumber daya manusia (SDM) pada 15 tahun mendatang, karena tingkat kesulitan yang terjadi pada 10-15 tahun ke depan, akan lebih sulit dihadapi para generasi atau anak cucu kita dibanding kesulitan dan tantangan yang kita hadapi sekarang ini,” katanya. (A14/LZ/l)

Sumber: hariansib online, Selasa, 28 Pebruari 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

February 2006
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728