Medan (SIB)Fraksi Gabungan dan F-PDS DPRD Sumut mendesak Kapoldasu Irjen Pol Drs H Bambang Hendarso Danuri MM segera mencopot Kapolres Nisel AKBP ED dari jabatannya, karena sudah bergaya ‘preman’ dengan main pukul terhadap seorang warga/mantan Kadis Diknas Nisel Drs Hakuasa Ndruru di depan umum, sehingga telah mencoreng citra kepolisian.

Desakan ini diungkapkan Sekretaris F-Gabungan DPRD Sumut Ir Edison Sianturi dan Sekretaris F-PDS Drs Burhanudin Rajagukguk kepada wartawan, Jumat (24/2) di DPRD Sumut, terkait pemukulan terhadap mantan Kadis Diknas Nisel Drs Hakuasa Ndruru oleh oknum Kapolres Nisel AKBP ED, Jumat pekan lalu (17/2) di Bandara Binaka Gunung Sitoli- Nias.

Menurut Edison Sianturi, tindakan Kapolres Nisel dengan main pukul terhadap warga di depan umum tidak ubahnya seperti preman terminal ‘Sambu’, sehingga mencoreng citra kepolisian yang sangat menjunjung tinggi kehormatan dan wibawa korps dengan melakukan pengayoman kepada masyarakat.Edison juga sangat menyayangkan sikap seorang komando yang seharusnya dapat menahan emosi, tapi oknum Kapolres Nisel justru tidak ubahnya seperti preman, main gebuk.

Perbuatan oknum pejabat Polres ini harus ditindak tegas oleh atasannya.Padahal, kata Edison yang juga anggota Komisi A DPRD Sumut itu, Kapoldasu ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi A sudah berjanji dan buat komitmen akan menindak seluruh jajaran polisi dibawah wilayah kerjanya yang bertindak diluar prosedur.Karena itu, ujar Sianturi dari Dapem Dairi, Pakpak Bharat dan Karo, Kapoldasu harus memberantas premanisme di jajaran Poldasu, seperti yang dipertontonkan Kapolres Nisel, agar Poldasu memiliki personil yang tidak arogan, sehingga citra maupun martabat Polisi bisa terangkat.

“Kita masih percaya terhadap komitmen Kapoldasu, karena sudah terbukti dari beberapa pimpinan kepolisian di Polsek dan Polres dicopot dari jabatannya. Kini kita menunggu tindakan disiplin yang diambil Kepoldasu,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan Burhanudin Rajagukguk dan menyesalkan tindakan aparat kepolisian main pukul di depan umum, apalagi yang melakukan itu seorang kepala harus menjaga wibawa dan citra korpsnya, sehingga aparat penegak hukum selalu berhati-hati dan bertindak melalui mekanisme yang ada.“Kita minta Kapoldasu segera menuntaskan masalah main pukul ini demi menjaga dan menegakkan citra polisi di mata masyarakat, karena kepercayaan masyarakat akhir-akhir ini kepada Polri sudah mulai terlihat, harusnya ditingkatkan minimal dipelihara dengan baik,” ujar Rajagukguk.

Kalau ada kaitan dengan hukum, kata Burhanuddin serahkan pada aturannya, tidak bisa Kapolres main pukul, karena tidak mencerminkan Polisi sebagai pengayom masyarakat. “Yang kita kesalkan, masalah pemukulan itu dilakukan seorang Kapolres Nisel, seolah-olah tidak mendukung upaya Kapoldasu untuk membangkitkan jajaran Poldasu lebih baik dan bersih dari segala macam permainan,” tambah Burhanuddin.(A13/d)

Sumber: hariansib online, Sabtu, 25 Pebruari 2006

Catatan: Dalam hariansib online berita ini berjudul: “DPRD Sumut Terima Juara Pildacil “Anak Ajaib” Zagar Tua Ritonga”. Sepertinya ada kesalahan judul sehingga redaksi membuat judul baru sesuai dengan isinya.

Facebook Comments