Medan (Analisa)

Untuk tahun 2006 ini, direncanakan Rp 1,17 trilyun dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi “Nias Baru”. Dana dimaksud belum termasuk yang diberikan dan dikerjakan oleh lembaga donor internasional. Sedangkan untuk tahun 2005, pemerintah dan BRR juga telah mengalokasikan dana untuk pembangunan Nias sebesar Rp431 milyar.

“Dan Yayasan TDPF (TD Pardede Foundation) bersama Yayasan Kasih Peduli Masyarakat Indonesia (YKPMI) juga sudah menyalurkan dana sebesar Rp600 milyar dana untuk Nias,” ujar Wagubsu Drs Rudolf M Pardede dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan RSU Betani di Pulau Tello, Pulau-pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, Rabu (8/2).

Acara itu juga dirangkai dengan tatap muka dengan para tokoh masyarakat, pemuka agama serta unsur Muspida Nias Selatan.

Wagubsu dalam sambutannya mengatakan, perhatian dunia sudah tertuju ke Nias. Berbagai upaya berupa bantuan terus mengalir, baik ketika kegiatan tanggap darurat maupun sampai upaya melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi menuju “Nias Baru”, mulai dari pembangunan imprastruktur seperti, jalan, jembatan, perumahan, pelabuhan, sarana sosial termasuk sekolah dan rumah ibadah sampoai kepada bimbingan mental.

“Peristiwa bencana alam dan gelombang tsunami yang melanda “Tano Niha” bila dipandang dari perspekstif agama, sesungguhnya adalah peringatan Tuhan kepada umatnya. Namun dibalik itu, memberikan hikmah dan pelajaran bagi kita semua terutama masyarakat Nias. Musibah ini ternyata membuat getaran hati dan kemuliaan manusia di muka bumi ini untuk menolong sesamanya masih banyak,” ujar Rudolf.

Namun sangat disayangkan, harapan untuk mempercepat pembangunan di Nias masih banyak mengalami hambatan. Selain faktor teknis, yang tak kalah pentingnya faktor dukungan masyarakat. Akibatnya target pekerjaan proyek yang sudah ditetapkan tidak berjalan secara maksimal.

“Saya mendapat laporan bahwa kendala hambatan yang masih ditemukan antara lain belum semuanya masyarakat mengerti bahwa pembangunan ini membutuhkan pengorbanan. Masih ada yang mempersulit, seperti meminta ganti rugi tanah yang tidak wajar dan masalah lainnya yang bisa menghambat pembangunan itu. Tapi, bukan masyarakat di Pulau Tello yang saya sebutkan tadi. Nampaknya semua masyarakat di sini baik-baik. Itu berdasarkan laporan Penjabat Bupati Nias Selatan yang katanya di sini penjara kosong. Berarti itu juga membuktikan bahwa masyarakat di sini baik-baik,” kata Rudolf yang disambut dengan tepuk tangan dari seribuan masyarakat di Pulau-pulau batu yang hadir dalam acara itu, termasuk para pelajar SD, SMP dan SMA.

15 RIBU PAKET BANTUAN PRESIDEN

Usai menyampaikan sambutan, Wagubsu Drs Rudolf M Pardede yang didampingi Penjabat Bupati Nisel Edy Aman Saragih, menyerahkan paket bantuan Presiden RI sebanyak 15 ribu paket kepada masyarakat Nias Selatan. Penyerahan bantuan itu dilakukan secara simbolis kepada dua perwakilan, untuk selanjutnya dibagi-bagikan oleh Pemkab setempat.

Selanjutnya, Wagubsu didampingi Ny Vera Natarida Tambunan, Pdt Bambang Yonan, pihak MAP Int yang disusul dengan unsur Muspida Nias Selatan menuju lokasi pembangunan RSU Betani yang berbiaya Rp3 milyar yang dibangun di atas lahan seluar 6 hektare dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit tersebut.

Pada kesempatan itu juga Wagubsu menambahkan, bahwa sudah ada NGO dari Singapura yang menawarkan untuk membangun sekolah dan asrama di Pulau Tello. NGO tersebut menawarkan bangunan sekolah dan asrama tersebut berbiaya 600 ribu dolar Singapura atau berkisar Rp3 milyar.

“Untuk itu mari kita dukung dan kita sama-sama berdoa agar masyarakat Nias semakin maju,” kata Rudolf. (di)

Sumber: analisadaily online, Selasa, 9 Pebruari 2006

Facebook Comments