Pemuda Katolik Nias Protes, Depag SU Diskriminatif dalam Penerimaan CPNS

Saturday, January 28, 2006
By susuwongi

Gunungsitoli (SIB)

Kalangan Pemuda Katolik Komisariat Daerah Sumut Cabang Kabupaten Nias protes dan mendesak pihak Departemen Agama (Depag) RI, dalam hal ini Kantor Wilayah (Kanwil) Depag Propinsi Sumut, agar melakukan formasi atau proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena formasi penerimaan CPNS 2005 lalu dinilai diskriminatif dan tidak memenuhi janji untuk memperioritaskan para CPNS dari kalangan Kristen (Protestan dan Katolik) di Nias.

Ketua Pengurus Pemuda Katolik Cabang Nias, Dismas Dalifati Ziliwu SPd bersama Sekretaris Stefanus Y Zebua SAg, menyatakan, realisasi penerimaan CPNS untuk lingkungan kantor Depag Kabupaten Nias pada 2005 lalu, juga telah merupakan bentuk penghinaan dan pelecehan kepada umat Kristen, khususnya Katolik di daerah Nias. Tahun ini Agama Katolik sama sekali tak memperoleh alokasi atau jatah kesempatan melamar kerja, dibanding para calon dari kaum (baca: agama lain) yang memperoleh alokasi lebih banyak dari jumlah yang justru minoritas.

“Realisasi penerimaan CPNS untuk kantor Depag Kab Nias periode 2005 lalu terkesan diskriminatif dan tidak proporsional, bahkan melanggar azas keadilan dan pemerataan. Kami minta pihak Depag Kanwil Sumut segera melakukan formasi ulang penerimaan CPNS dengan prioritas yang dijanjikan semula oleh Kepala Kanwil Depag Sumut),” ungkap Dismas Dalifati Ziliwu dan Stefanus Y Zebua kepada pers di Gunungsitoli, Selasa (24/1) kemarin.

Mereka menjelaskan, ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Depag Kab. Nias pada pertengahan 2004 dan 2005 lalu, Kepala Kanwil Depag Sumut akan memprioritaskan para calon dari kalangan Kristen (Protestan dan Katolik) dalam formasi penerimaan CPNS untuk tenaga kependidikan (guru-guru agama) dan tenaga administrasi (pegawai kantor). Janji tersebut dicetuskan langsung di hadapan para tokoh agama dan Pemuda Katolik Nias.

Namun kenyataannya, ujar Dismas Dalifati, para calon dari kalangan Kristen (khususnya Katolik) di Nias sama sekali tak memperoleh jatah, sedangkan calon dari kalangan Protestan hanya memperoleh jatah satu orang saja. Padahal, ujar mereka, data 2003 menunjukkan jumlah umat Kristen Protestan di Nias mencapai 505.296 orang, yang tahun lalu pun hanya memperoleh jatah CPNS 19 orang saja. Sedangkan umat Katolik di Nias (data 2003) mencapai 138.012 orang justru nihil pada penerimaan tahun ini, dan tahun lalu hanya tiga orang.

Sedangkan untuk agama Islam, dari jumlah hanya 42.098 orang di Nias (data 2003), justru mendapat jatah penerimaan 26 orang dan tahun lalu 79 orang. Padahal, mayoritas atau mencapai 95 persen penduduk daerah Nias adalah kaum Nasrani (Kristen Protestan dan Katolik). Surat Kepala Kanwil Depag SU tentang penerimaan atau pengadaan CPNS 2005 dengan surat nomor : Kw.02/1-b/Kb.003/67/2006 tertanggal 16 Januari 2006, khusus pada poin 3-a menegaskan bahwa pengadaan CPNS tersebut dilakukan berdasarkan prinsip netral, objektif, bebas KKN, dan terbuka untuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kenyataannya, keempat poin itu dilanggar total sehingga nyata-nyata tampak diskriminatif. Proses penerimaan itu jelas tidak lagi netral, tidak objektif, bernuansa nepotis, dan ketidakterbukaan untuk umum. Jadi, kami minta agar proses penerimaan CPNS di lingkungan Depertemen Agama Kabupaten Nias harus diulang, bahkan kalau bisa juga memberi kesempatan kepada para calon dari kalangan umat Hindu dan Buddha di daerah ini,” tandas Dismas bernada mendesak, sembari menunjukkan surat protes yang juga ditembuskan kepada 24 lembaga/instansi pusat dan daerah, mulai dari Presiden RI, Menteri Agama, Ketua MPR, dan DPR Nias. (A14/LZ/n)

Sumber: Harian SIB Online, Sabtu, 28 Januari 2006

4 Responses to “Pemuda Katolik Nias Protes, Depag SU Diskriminatif dalam Penerimaan CPNS”

  1. 1
    Agustinus Says:

    kita jangan terlalu berharap menjadi pns kita tau tingkat ketertarikan masyarakat luas yang sangat tinggi jadi perluang untuk jadi pns sangat minim jadi aku harap kepada seluruh rekan-rekan diseluruh pulau nias agar lebih berkreaktif dalam mencari membuat suatu kegiatan yang bisa mendukung perekonomian kita mulailah dari hal-hal yang kecil aku yakin kita semua pasti sukses dan sejahtera terimah kasih.tuhan memberkati kita semua amin

  2. 2
    fathy.T Says:

    saya sangat setuju denga apa yang diusulakan oleh saudara dismas, agar pemerintah lebih obyektif dan sportif dalam menyikapi hal-hal ini, jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial bahkan kecenderungan melecehkan kita (Protestan dan katolik. ini sangat tidak manusiawi. namun yang sangat disayangkan juga adalah bagaimana perena pembimas yang ada di Ibu kota Jakarta, seolah tidak merasa atau begitu peduli dengan keadaan ini. sesungguhnya sebagai anak nias yang sesungguhnya memiliki kompenten dalam mengurusus, setidaknya memberi perhatian secara khusus untuk hal ini juga tak ada hasil. ini sangat disayangkan, pada sudah berapa tahun menjabat sebagai Sekjen Bimas di Jakarta.untuk itu saya menghimbau bagi anggota DPRD agar dapat menyuarakan hal ini, dan KAnWil SUMUT pun dapat memberikan perubahan dalam tahun ini. mengapa saya berkata begini yakni agar adanya pemerataan secara bersama dengan memiliki hak yang sama. semoga setiap pintu hati anak-anak Tuhan yang berhubungan dengan jabatan ini, mohon perhatiannya. semoga Tuhan memberkati.

  3. 3
    Putra gaekhula Says:

    Sudara sudaraku yang seiman, secara bathiniah hidup di negeri yang berideologi Pancasila dan berdasarkan UUD 45 sungguh menjerit dan menangis.Aturan mana pun di negeri ini tidak pernah mengakomodasi antara yang Mayoritas dan minoritas, yang mayoritas jadi raja dan minoritas teriunjak injaknya haknya sebagai warga negara. Kamipun diluar P Nias, jangankan membangun tempat ibadah, beribadah saja bagai kita dikejar kejar musuh. Kalo ngebangun rmh ibadah harus punya izin ini, izin itu, kriterianya hrus izin non kristen 60 KK, dan warga yang kurang 90 KK Kristen nya jangan harp bisa beribadah khusuk ( Sesuai dg SKB 2 Menteri.UUD 45 psl 29,ay 2 NEGARA MENJAMIN KEMERDEKAAN SETIAP PENDUDUK UNTUK BERIBADAH MENURUT AGAMA DAN KEPERCAYAANYA MASING MASING. Ini hanya sebagai lipstic service semata,dengan perizinan ini,dan itu sama saja orang melerang beribadah.Jadi Saudara sudaraku berjuanglah terus terus.Semoga

  4. 4
    Anonymous Says:

    saya stj dengan perkataan ini, emang anak nias itu ditaruh kemana, maka pemerintah nias itu harus memperhatikan itu jangan hanya sesaat saja dilihat tapi lihat juga masa depan anak – anak. saya sebagai Pribumi Nias ASLi tolong diperhatikan nasib anak – anak generasi muda ( ono niha keriso ), kapan lagi kalau bukan mulai dari sekarang, Saya mohon secara pribadi harus diulangi dalam Nama Tuhan Yesus ( Lowalangin ) proses penerimaan CPNS di lingkungan Depertemen Agama Kabupaten Nias harus diulang.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2006
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031