Pengungsi Nias-Nisel Didominasi Anak Umur 5-15 Tahun

Monday, January 23, 2006
By susuwongi

Gunungsitoli, (Analisa)

Representative UNFPA, Dr. Bernard Co Queli, mengatakan hasil Sensus Penduduk diprovinsi Kepulauan Nias (SPAN) yang dilaksanakan Bappenas, BPS dan UNFPA (CIDA, AUSAID dan Nzaid sebagai donor partners) pada kegiatan pengumpulan data yang dilakukan pada periode 15 Agustus-15 September 2005 menemukan modus umur pengungsi Nias-Nisel didominasi anak umur antara 5-15 Tahun.

“Publikasi ini merupakan salah satu produk SPAN yang berisi tentang penjelasan ringkas kegiatan dan beberapa hasil SPAN yang dianggap penting dan disajikan khusus dalam rangka menyambut peringatan setahun bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda NAD dan Nias,” kata Representative UNFPA pada acara Diseminasi Hasil SPAN di Nias, Kamis (19/1) di Pendopo Gunungsitoli Nias.

Dijelaskannya, Pengungsi Kabupaten Nias dan Nisel berjumlah 47.055 jiwa di antaranya terdapat umur pengungsi dikedua Kabupaten tersebut didominasi kelompok umur 5-15 tahun, di Nias capai 56 persen dan Nisel 60 persen dan hasil pernyataan para pengungsi ternyata 90 persen Nias dan Nisel mengemukakan di masa mendatang ingin tetap tinggal di tempat tinggal sekarang, dan 4 persen ingin kembali ke desa asal sebelum terjadinya gempa bumi dan tsunami jelas Bernard.

Sebelumnya, Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Bappenas diwakili Dr. Yohandarwati, MA dan Deputi Bidang Statistik Sosial BPI diwakili Dr. Choiri Maksum senada pada kata pengantarnya mengatakan, upaya untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi Nias dan Nisel pasca bencana gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 dan 28 Maret 2005 lalu sangat memerlukan data dasar baik untuk penyusunan rencana, monitoring maupun evaluasi kegiatannya terutama data dasar yang menyangkut penduduk dan kependudukan terkini.

Sementara, Bupati Nias dalam sambutan tertulisnya dibacakan asisten I Setwilda Nias, Drs. Kemurnian Zebua menyatakan, peristiwa tsunami dan gempa bumi yang melanda Nias dan Nisel beberapa waktu lalu telah menimbulkan dampak dari berbagai aspek dan dimensi kehidupan masyarakat dan mengakibatkan hilangnya azas pembangunan ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan komposisi jumlah penduduk yang mengalami perubahan serta sarana-prasarana lainnya mengalami kehancuran dan telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Nias dan Nisel serta pendapatan dan BDRB kedua kabupaten, sementara jumlah keluarga miskin terus bertambah.

Diungkapnya, pada Musrebang Provinsi Sumut yang lalu menerankan Nias merupakan paling terendah kondisi dan keberadaannya dari berbagai aspek, sehingga sangat diharapkan dengan adanya Desiminasi Hasil SPAN dapat mendukung keberhasilan upaya rehabilitasi dan konstruksi pembangunan Nias dan Nias Selatan terutama untuk peningkatan kinerja Pemkab Nias dan Nisel sekaligus menjadi bahan perencanaan anggaran daerah dan mengurangi penekanan angka kemiskinan.

Usai acara Desiminasi Hasil SPAN di Nias dilanjutkan dengan Acara Penyerahan dan Louching Buku penduduk dan Kependudukan Nias Hasil SPAN 2005 kepada Bupati Nias-Nisel, DPRD Nias-Nisel dan BRR ditutup dengan penyajian Hasil SPAN disampaikan moderator Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Dr. Rusman Herawan, Penyaji I, Ka. BPS Sumut serta Penyaji Ii, Direktur Statistik Kependudukan BPS. (esp)

Sumber: Analisa Online, Senin, 23 Januari 2006

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

January 2006
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031