Medan (SIB)

Kalangan anggota DPRD Sumut dari Dapem (daerah pemilihan) Nias dan Nisel (Nias Selatan) merasa terkejut mendengar adanya oknum aparat mempersulit masuknya bahan-bahan material bangunan untuk berbagai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias pasca bencana tsunami.

Keterkejutan itu disampaikan Wakil Sekretaris F-PDIP DPRD Sumut Analisman Zaluckhu SSos dan anggota Komisi A Aliozisokhi Fau SPd kepada wartawan, Rabu (28/12) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan masyarakat tentang adanya oknum aparat yang mempersulit masuknya bahan material bangunan ke Nias.

“Kita merasa terkejut, masa ada oknum aparat yang sengaja memper­sulit masuknya bahan bangunan guna pembangunan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias pasca gempa tsunami. Bagaimana bisa BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) maupun NGO bisa membangun Nias tapat waktu, jika bahan bangunan masuk dihalang-halangi,” tanya Analisman Zalickhu.

Kasus ini, kata Analisman yang juga anggota Komisi D ini, dihar­apkan menjadi perhatian Kapoldasu untuk selanjutnya melakukan tindakan tegas terhadap oknum aparat yang sengaja memperulit masuknya bahan material tersebut, agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias dapat berjalan lancar.

“Kita juga sangat tidak setuju, jika bahan-bahan material memban­gun Nias menggunakan kayu-kayu hasil curian (illegal logging). Tapi jika kayu-kayu itu lengkap surat-suratnya, kenapa justru dipersulit. Ini ‘kan identik dengan menghambat pembangunan di Nias,” ujar Analis­man senada dengan Alio Fau.

Analisman sependapat dengan anggota Badan Pengawas BRR TB Silala­hi, bahwa keterlambatan BRR melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias salah satunya akibat terkendalanya pengadaan bahan baku untuk material kelengkapan objek pembangunan yang pengawasan masuknya bahan dari Sibolga ke Nias sangat ketat.

Untuk itu, kata Alio Fau, semua pihak diharapkan ikut membantu terselenggaranya proses rehabilitasi di Nias dan Nisel, jangan sampai mengganggu apalagi mempersulit pelaksanaan proyek yang dananya dari APBN, bantuan negara-negara asing maupun donatur tersebut, demi ma­syarakat yang telah ditimpa musibah.

“Sebenarnya masalah ini sangat sepele. Kenapa mesti di persulit kalau bisa dipermudah. Jika surat-surat maupun dokumen bahan material lengkap, jangan ditahan-tahan, kasihan kita melihat warga Nias yang hingga kini masih tetap mengungsi serta menetap di tenda-tenda darur­at,” jelas Analisman.(A13/d)

Sumber : HarianSib Online, Kamis, 29 Desember 2005

Facebook Comments